www.bisnistoday.co.id
Rabu , 22 April 2026
Home HEADLINE NEWS Ekonomi Rakyat Makin Terpuruk, Pemerintah Mesti Tangani Secepatnya
HEADLINE NEWS

Ekonomi Rakyat Makin Terpuruk, Pemerintah Mesti Tangani Secepatnya

Pedagang Pasar
Pedagang Pasar Cirebon./
Social Media

CIREBON, Bisnistoday – Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS) mengingatkan ekonomi rakyat makin terpuruk. Hal ini akibat beban hidup makin mencekik mengakibatkan daya beli makin anjlok.

“Salah satu pedagang sayur mayur mengeluh pembeli makin sepi sejak pasca pandemi covid-19. Bahkan omsetnya anjlok dari 1,5-2 juta jadi 250-300 ribu per hari,” kata Ketum KERIS, Ali Mahsun Atmo di Cirebon, Sabtu Pagi, (26/10).

Ali berujar kondisi ekonomi rakyat makin tidak baik-baik saja serta perputaran rodanya makin melemah. Ia menyaksikan sendiri, di Pasar Pagi Cirebon Jawa Barat sekitar pukul 09.00 WIB libur akhir pekan tampak sepi pembeli.

“Pemerintah harus segera bersinergi, kolaborasi dan kerjasama dengan para pemangku kepentingan, tidak terkecuali organisasi usaha dan ekononomi rakyat yang menaungi mereka,” tegas Ali Mahsun.

Pedagang sayur mayur di Pasar Pagi Cirebon, Tarno mengeluhkan kondisi ekonomi di pasar pagi Cirebon. Pasar Pagi Cirebon sejak pasca pandemi covid-19 makin sepi pembeli. Bukan hanya dampak makin menurunnya daya beli rakyat. Juga akibat kalah bersaing dengan menjamurnya tenan kebutuhan pokok, sayur mayur dan buah-buahan yang buka 24 jam di kawasan-kawasan, di emperan, di ruko dan di rumah yang didukung teknologi digital.

Menurutnya, Omzet dagang sayuran anjlok dari 1,5-2 juta jadi 250-300 ribu per hari. Mengenai hal tersebut, dirinya pernah menyampaikan langsung ke Menteri Perdagangan, Bapak Zulkifli Hasan saat kunjungan ke Pasar Pagi Cirebon beberapa waktu lalu. Hanya saja belum ada dampaknya. “Kita berharap pemerintah tangani dengan serius secepatnya.”

Ali Mahsu mengatakan, keluhan yang sama juga disampaikan pedagang Es Ciug (Cincau) di Pasar Pagi Cirebon, dan Lapak Nasi Lengko H Barno Kota Cirebon. Menurutnya, pembeli makin sepi dan omzet makin anjlok. Begitupun juga abang becak di kota Tegal Jawa Tengah keluhkan hanya bawa uang pulang Rp 50-60 ribu per hari karena kalah bersaing sama ojek.

“Tentunya juga faktor regulasi, keperpihakan pemerintah, penataan dan pendampingan, serta literasi keuangan dan digitalisasi turut konstribusikan makin anjloknya omset para pedagang, kuliner dan abang becak,” tutur Ali.

Ali menambahkan, makin tidak efektif, tidak seimbangnya perputaran roda ekonomi rakyat UMKM di negeri ini. Kenyataan di Cirebon Jawa Barat dan Tegal Jawa Tengah ini juga dialami di daerah dan wilayah lain di tanah air. “Oleh karena itu, perlu ditangani secepat-cepatnya.”//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Beritasatu Network

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di...

Utang Negara
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Bayang-Bayang “Debt Wall” 2026: Ujian Berat Fiskal Indonesia Saat Gejolak Global

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan menjelang tahun...

Mendikdasmen
HEADLINE NEWSHumaniora

Wujudkan Pendidikan Inklusif, Mendikdasmen Melatih Ribuan Tenaga Pendidik Bagi Murid Kebutuhan Khusus

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melatih ribuan guru...

Pelatihan DPRD
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Menyapa Seluruh Ketua DPRD Sebagai Patriot

MAGELANG, Bisnistoday - Presiden Prabowo dalam pengantar kegiatan pengarahan pada Kursus Pemantapan...