JAKARTA, Bisnistoday – Mantan pemain timnas Indonesia, Wahyu Wijiastanto, kembali mencuri perhatian dalam sesi Komunikasi Malam (Komal) di akun TikTok Sadli Karim pada Sabtu, 11 Januari 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu membahas sejumlah isu terkait timnas Indonesia yang kini tengah menjadi sorotan, termasuk rotasi pemain oleh pelatih Shin Tae Yong (STY) serta dinamika internal tim.
Menurut Wahyu, rotasi pemain yang dilakukan oleh Shin Tae Yong, terutama bongkar pasang yang sering terjadi, adalah hal yang wajar.
“Tujuh pemain biasanya menjadi pakem, sementara empat pemain lainnya bisa dirotasi tergantung situasi lawan,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan bahwa dalam timnas, terdapat tim teknis yang memiliki pertimbangan-pertimbangan khusus sebelum keputusan rotasi diterapkan.
Wahyu juga menanggapi isu yang sempat beredar mengenai pertemuan Jay Idzes dengan beberapa pemain timnas.
“Saya melihat hal-hal seperti itu lebih pada inisiatif pribadi, saya sendiri sering melakukannya,” ungkap Wahyu.
Menurutnya, inisiatif semacam itu biasanya dilakukan setelah sesi latihan dengan tujuan untuk menguatkan tim, menghindari friksi, dan menjaga fokus pada tujuan bersama.
Mengenai rotasi pemain yang pernah diterapkan dalam laga-laga besar seperti melawan Australia atau Jepang, Wahyu menyatakan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pelatih.
“Tentu ada alasan tersendiri mengapa rotasi dilakukan,” jelasnya. Wahyu menambahkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari strategi dan keputusan yang diambil berdasarkan analisis pelatih.
Melihat skuad timnas Indonesia yang kini diarsiteki oleh Patrick Kluivert, Wahyu berharap timnas dapat meraih hasil maksimal, terutama dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Harapan kita terbuka, dan dukungan harus kita berikan,” ujarnya.
Menurutnya, setiap pemain yang terpilih untuk membela timnas harus membuktikan bahwa dirinya pantas mengenakan jersey Merah Putih.
Dalam sesi Komal tersebut, Wahyu juga menyinggung kelemahan mendasar yang ditemukan dalam permainan timnas Indonesia, terutama terkait passing dan membaca pergerakan bola dalam game plan.
“Hal itu memang menjadi pekerjaan rumah, baik untuk individu maupun klub,” ujar Wahyu.
Ia menilai bahwa meskipun target timnas Indonesia saat dilatih oleh Shin Tae Yong bukan untuk menjadi juara, hal ini merupakan bagian dari proses yang wajar dan perlu diatasi.
Sebagai penutup, Wahyu menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh dalam pengembangan pemain dan infrastruktur sepak bola Indonesia agar dapat bersaing lebih baik di kancah internasional.
Dengan dukungan yang tepat, ia yakin bahwa Indonesia memiliki potensi untuk tampil di Piala Dunia 2026.

