www.bisnistoday.co.id
Selasa , 21 April 2026
Home LIFESTYLE Komunitas PERURI Bestari Festival 2025, Ruang Merenung, Dan Menemukan Makna Hidup
KomunitasLIFESTYLE

PERURI Bestari Festival 2025, Ruang Merenung, Dan Menemukan Makna Hidup

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PERURI dan Bestari Festival berkolaborasi menghadirkan PERURI Bestari Festival 2025: Kembali ke Akar, sebuah festival imersif yang menggabungkan refleksi, pembelajaran, dan hiburan dalam satu pengalaman.

Festival ini mengajak publik untuk berhenti sejenak, kembali ke akar diri masing-masing, dan merespons isu-isu sosial serta lingkungan dengan cara yang ringan, relevan, dan menyenangkan.

Mengusung tema “Kembali ke Akar”, festival tahun ini berfokus pada tiga pilar utama: Jaga, Serap, dan Tumbuh. Filosofi ini bukan sekadar jargon, melainkan ajakan untuk menjaga nilai diri, menyerap kebijaksanaan, dan tumbuh dengan cara yang lebih berakar dan berkelanjutan.

“Di tengah derasnya distraksi hidup modern, kami ingin menghadirkan cara yang ringan, menyenangkan, namun tetap bermakna untuk membicarakan isu-isu besar seperti keberlanjutan, kesehatan mental, dan makna hidup,” ujar Co-founder Bestari Festival, Firza Daud, PERURI Bestari Festival dalam jumpa media di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tiga Zona Pengalaman: Jaga, Serap, dan Tumbuh

Tiga pilar filosofi PERURI Bestari Festival diterjemahkan ke dalam tiga zona yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung, yaitu pertama, Zona Jaga (Menjaga kehidupan). Terinspirasi dari akar serabut yang mencengkeram tanah agar pohon tetap kokoh. Zona ini mengingatkan bahwa nilai, identitas, dan koneksi manusia dengan alam harus dijaga. Dari memori kecil dan refleksi pribadi inilah, perjalanan festival dimulai.

Baca Juga : Festival Budaya Papua Tong Baronda Sukses Hadirkan Kekayaan UMKM dan Seni

Kedua, Zona Serap (Menyerap makna) Diadaptasi dari akar rambut yang menyerap air dan nutrisi, zona ini menghadirkan lebih dari 10 talkshow interaktif yang mengajak pengunjung untuk menyerap ilmu, cerita, dan inspirasi dari para narasumber lintas bidang seperti praktisi mindfulness dan kesehatan mental seperti Adjie Santosoputro, science communicator-Riza Putranto, praktisi pendidikan-Najeela Shihab, dan berbagai pembicara lainnya. Termasuk sesi special fireside chat yang diisi oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (2014-2024) Retno LP Marsudi dan Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya.

Ketiga, Zona Tumbuh (Menyiapkan perjalanan) Mewakili akar tunggang yang tumbuh kuat dan menancap dalam, zona ini menjadi fondasi bagi pengunjung untuk tak hanya menikmati hiburan, tetapi juga pulang dengan semangat bertumbuh lebih kokoh, bijak, dan siap membawa perubahan nyata.

Bagi PERURI, keberlanjutan adalah bagian dari DNA perusahaan. Dukungan kami terhadap Bestari Festival merupakan wujud nyata komitmen dalam membangun kesadaran bersama, terutama generasi muda, untuk lebih peduli pada nilai sosial dan lingkungan.

“Kolaborasi lintas sektor seperti ini penting agar kita tidak hanya bicara tentang perubahan, tetapi benar-benar menciptakan dampak yang dirasakan oleh masyarakat. Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya soal tanggung jawab sosial, tetapi juga strategi bisnis jangka panjang yang memastikan PERURI tetap relevan, berdaya saing, dan menjadi mitra strategis baik bagi pemerintah maupun masyarakat,” ujar Direktur Utama PERURI, Dwina Septiani Wijaya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (2014-2024) Retno LP Marsudi, menyampaikan, dalam pengalamannya di dunia diplomasi, dirinya melihat bagaimana nilai dasar seperti kejujuran, kepedulian, dan rasa kebersamaan menjadi fondasi penting untuk membangun bangsa dan dunia.

“Filosofi Kembali ke Akar yang diusung festival ini mengingatkan kita untuk kembali pada nilai-nilai itu seperti menjaga diri, menyerap kebijaksanaan, dan tumbuh dengan arah yang benar. Saya percaya, dari hal-hal mendasar inilah kita bisa melangkah menuju masa depan yang lebih kokoh,” imbuh Retno.

PERURI Bestari Festival 2025 tidak hanya membicarakan gagasan, tetapi juga mempraktikkannya dalam keseharian.

“Pendekatan ini dimaksudkan sebagai sebuah ajakan bagi siapapun, mulai dari individu, keluarga, hingga generasi luas untuk berhenti sejenak, merenung, dan bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” pungkas Firza./

 

 

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Erwin Hartawan (tengah) Chief Commercial Officer CPPETINDO
Ekonomi & BisnisKomunitasLIFESTYLE

Bolt Pet Food Semakin Merambah Pasar Global

JAKARTA,Bisnistoday – Di usianya yang hampir memasuki satu dekade, produsen lokal makanan hewan peliharaan,...

Vape atau Pod
HumanioraLIFESTYLELingkunganTrends & Mode

Limbah Vape Menimbulkan Masalah Lingkungan di Inggris

JAKARTA-Bisnistoday: Penggunaan vape dan pod masih menjadi permasalahan di sejumlah negara. Selain...

LIFESTYLERona & Film

Pilgrimage Music & Cultural Festival 2026 Batal Digelar

JAKARTA-Bisnistoday: Panitia penyelenggara Pilgrimage Music & Cultural Festival 2026, memutuskan tidak menggelar...

Jersey Persib
KomunitasSport & Health

Persib Perkuat Hubungan RI-Prancis Melalui Diplomasi Olahraga

JAKARTA-Bisnistoday: Upaya untuk memperkuat hubungan antarnegara dapat dilakukan melalui cara apa saja....