DONGGALA, Bisnistoday – Program Operasi Katarak Gratis yang dilaksanakan Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan Perdami, IDI, dan Sentra Nipotowe Palu mendapat perhatian khusus masyarakat Donggala, Sulawesi Tengah. Puluhan lansia perlahan membuka perban di mata merasakan syukur haru ketika membuka matanya bisa melihat lebih jelas dan terang kembali di halaman RS Kabelota.
Retno Unggul Hapsari dari Perdami Jakarta mengutarakan, backlog katarak di Indonesia masih tinggi, terutama di daerah yang sulit akses layanan kesehatan.“Operasi ini bukan hanya tindakan medis. Ini tentang mengembalikan kehidupan,” ujar di Donggala, Minggu (23/11). Sebanyak 66 pasien lansia terpilih menjalani operasi dari total 177 pendaftar awal. Proses verifikasi ketat dilakukan berdasarkan status sosial dan kesehatan, khususnya lansia dari keluarga miskin dan rentan.
Tim medis bekerja sejak pagi hingga malam selama dua hari, menggunakan teknik modern dengan sayatan kecil tanpa jahitan, yang memungkinkan pemulihan cepat bagi para peserta. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni yang hadir memberi semangat pada para pasien dan tenaga medis.
“Program ini bukan hanya tentang kesehatan mata. Ini tentang kemanusiaan dan memulihkan martabat rakyat,” tegasnya. Ia berharap kolaborasi pusat–daerah seperti ini terus diperluas demi menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari akses layanan kesehatan.
Katarak menjadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia, dan penanganan langsung seperti ini dinilai tidak sekadar menyembuhkan, tetapi juga memulihkan fungsi sosial para lansia, mulai dari kembali bekerja hingga aktif berperan di masyarakat.
Sore itu, ketika matahari tenggelam di balik pantai Donggala, para lansia pulang dengan langkah pelan namun penuh cahaya baru. Bagi mereka, operasi ini bukan sekadar prosedur medis melainkan bukti bahwa negara hadir secara nyata, menyapa melalui seberkas terang yang kembali menyala di mata mereka./






































