JAKARTA, Bisnistoday –PT Modern Industrial Estat merupakan anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk sebagai pengembang Kawasan industri ModernCikande Industrial Estate (MCIE) meraih kepercayaan melalui ajang Properti Indonesia Award 2025 (PIA 2025) untuk kategori Property Development – Industrial Estate Development dengan predikat Integrated Industrial Township Development in Banten.
“Kami berharap penghargaan ini memperkuat kepercayaan investor dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kawasan industri yang semakin modern, terintegrasi, dan kompetitif di tingkat global,” ujar Gregorius Eddy Yap Kurniawan Sales Marketing General Manager PT Modern Industrial Estat di Banten, Rabu (26/11).
Sementara itu, Pascall Wilson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat menambahkan, saat ini kawasan industri ModernCikande sudah saling terintegrasi karena dilengkapi dengan infrastruktur berkualitas dan beragam fasilitas-fasilitas pendukung. Kawasan industri ini juga menawarkan lahan berupa kavling industri untuk produk makanan & minuman, obat-obatan dan kosmetika.
Apresiasi ini diberikan pada Annual Award Ceremony yang diselenggarakan Majalah Properti Indonesia sejak 2013, bertempat di Mutiara Ballroom, Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, kemarin.
Dewan Juri Properti Indonesia Award 2025 menempatkan ModernCikande sebagai kawasan industri terbaik berkat keberhasilannya membangun ekosistem kawasan terpadu yang didukung tata ruang terencana, infrastruktur modern, kemudahan akses logistik, serta kapasitas dan ketersediaan lahan jangka panjang.
Selain itu, ModernCikande juga dinilai unggul berkat lokasinya yang strategis. Kawasan ini hanya berjarak 900 meter dari exit Tol Cikande yang terhubung langsung ke ruas Tol Jakarta–Merak, serta berada dalam jalur distribusi utama menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Cigading, Ciwandan, dan Merak.
Kinerja Penjualan Positif
Tak hanya unggul dari berbagai fasilitas, sepanjang tahun 2025 kinerja penjualan ModernCikande juga menunjukkan perkembangan positif. Menurut Gregorius Eddy Yap Kurniawan, peningkatan permintaan di kawasan ModernCikande terutama didorong oleh masuknya investor asing yang tengah melakukan relokasi industri dari sejumlah negara Asia akibat perubahan kebijakan perdagangan global. Hal tersebut menciptakan peluang signifikan bagi Indonesia, termasuk prospek kedepan ModernCikande.
Sebagai contoh, penjualan lahan sampai Q4 saat ini mencapai sekitar 50 hektar, sementara secara keseluruhan mulai dari fase 1 hingga 6 mencatatkan kinerja stabil. Sektor yang masuk pun beragam, mulai dari industri tekstil, elektronik, building material, stationery, hingga perusahaan-perusahaan baru yang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka.
ModernCikande sendiri saat ini memasuki pengembangan Fase 7 yang mencakup sekitar 840 hektar. Pihak pengembang tengah membangun infrastruktur modern, peningkatan kapasitas air dan listrik, serta persiapan penerapan jaringan 5G untuk mendukung operasional industri berteknologi tinggi. Di saat yang sama, Fase 8 dengan luas sekitar 1.000 hektar telah disiapkan untuk mendukung ekspansi kawasan dalam jangka panjang. Hingga kini, dari total 3.175 hektar kawasan, sekitar 1.445 hektar diantaranya telah dikembangkan secara bertahap.//







































