www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 27 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Investasi Manufaktur Tersebar ke Luar Jawa, Menperin Akui Sejalan Upaya Pemerataan Ekonomi
Ekonomi & Bisnis

Investasi Manufaktur Tersebar ke Luar Jawa, Menperin Akui Sejalan Upaya Pemerataan Ekonomi

Menperin
MENPERIN, Agus G Kartasasmita./
Social Media

 JAKARTA, Bisnistoday – Pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional semakin menunjukkan arah positif. Arus investasi asing (PMA) kini tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, melainkan semakin kuat mengalir ke berbagai wilayah di luar Jawa, terutama pada sektor industri manufaktur. Pergeseran ini menjadi sinyal penting bahwa strategi industrialisasi pemerintah mulai menghasilkan dampak konkret bagi struktur perekonomian Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi penguatan industri manufaktur nasional. Menurutnya, data terbaru menunjukkan minat investor global terhadap industri logam, kimia, mesin, dan elektronik terus meningkat. “Kebijakan industrialisasi Presiden Prabowo berjalan pada jalur yang tepat. Investor semakin percaya bahwa Indonesia adalah basis produksi manufaktur yang kompetitif,” ujarnya.

Riset BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan komposisi PMA ke sektor sekunder meningkat signifikan dari 35,3% pada 2018 menjadi 59,6% hingga kuartal III 2025. Lompatan ini menandai semakin matangnya ekosistem industrialisasi yang tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, tetapi telah bergerak menuju pengolahan berbasis klaster industri.

Pergeseran investasi ini juga mulai memperkuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah, khususnya Sulawesi, Maluku, dan Kalimantan. Pemerintah menegaskan akan terus menjaga momentum ini agar pembangunan semakin merata.

“Multiplier Effect” Lebih Besar di Luar Jawa

Salah satu temuan paling mencolok adalah besarnya dampak investasi manufaktur bagi ekonomi daerah. Untuk setiap PMA senilai Rp1 triliun di luar Jawa, aktivitas ekonomi mampu menciptakan tambahan pembentukan modal (PMTB) hingga Rp1,76 triliun. Angka ini jauh melampaui dampak investasi serupa di Jawa yang hanya menghasilkan tambahan sekitar Rp140 miliar.

Multiplier effect ini mencerminkan besarnya kebutuhan modal dan cepatnya percepatan pembangunan klaster industri baru di kawasan tersebut.

Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, menambahkan bahwa dominasi sektor manufaktur dalam PMA akan memperluas manfaat kesejahteraan secara geografis. “PMA di luar Jawa memiliki efek pengganda yang lebih kuat. Ini memperkuat pertumbuhan yang lebih seimbang antarwilayah,” jelasnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menteri Busan
Ekonomi & Bisnis

Mendag Busan Lepas Ekspor Gula Kelapa Banyumas ke AS

BANYUMAS, Bisnistoday- Menteri Perdagangan Budi Santoso hari ini, Kamis, (25/6) melepas ekspor...

Ekonomi & Bisnis

Dukung Daya Beli Masyarakat, Pajak Tiket Penerbangan Ditanggung Pemerintah Selama Liburan Sekolah

JAKARTA, Bisnistoday – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pelaksanaan...

Gedung Kemenperin
Ekonomi & Bisnis

Kemenperin Upaya Pemulihan Operasional dan Bahan Baku Kertas PT Pakerin

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Juru Bicara, Febri Hendri Antoni...

Pameran Puspa Nuswantara 2026
Ekonomi & Bisnis

APPBI Gelar Pameran Puspa Nuswantara 2026, Hadirkan 100 Lebih Tenant Batik Asli Nusantara

JAKARTA, Bisnistoday – Batik telah lama menjadi simbol identitas budaya Indonesia yang...