PADANG, Bisnistoday – PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), mengerahkan puluhan alat berat serta material konstruksi untuk mempercepat proses pembersihan dan rekonstruksi. Upaya percepatan pemulihan akses utama Padang – Padang Panjang- Bukittinggi mulai menunjukkan hasil.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa penanganan Lembah Anai merupakan prioritas utama perusahaan dalam menjaga konektivitas di Sumatra Barat. Seperti diketahui, bahwa bencana hidrometeorologi telah memutus jalur Lembah Anai.
“Hutama Karya ingin memastikan bahwa pemulihan akses benar-benar secepatnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sepanjang koridor Padang–Padang Panjang–Bukittinggi, dan mendukung bangkitnya kembali aktivitas sosial dan ekonomi,” ujar Mardiansyah, di Padang, Senin (8/12).
Ia menambahkan bahwa jalur tersebut ditargetkan dapat dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda empat pada pertengahan Desember, setelah evaluasi teknis dinyatakan aman.
Baca Juga : Tanggap Darurat Bencana, Kementerian PU bersama Hutama Karya Terjunkan Berbagai Alat Berat
Menurutnya, hari ini Senin (8/12), perusahaan melakukan uji coba pembukaan jalur untuk kendaraan roda dua, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Sumatra Barat, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian. Uji coba ini berlangsung pada dua sesi setiap hari antara pukul 06.00–08.00 WIB serta 16.30–18.30 WIB dengan pengawasan ketat terhadap kondisi badan jalan dan faktor keselamatan.
Di lapangan, HKI fokus menangani ruas Jalan Nasional Padang Panjang–Sicincin KM 61+600–67+400, termasuk segmen paling terdampak di Lembah Anai. Salah satu titik kritis berada di KM 63+500 yang sempat terputus total akibat banjir. Penanganan darurat terus dioptimalkan sembari mempersiapkan rekonstruksi permanen.
Terputusnya jalur Lembah Anai dalam beberapa minggu terakhir, tambah Mardiansyah, menyebabkan mobilitas warga lumpuh. Masyarakat terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan padat, meningkatkan waktu tempuh dan biaya perjalanan antara Padang dan Bukittinggi.
Dengan dimulainya uji coba pembukaan jalan, harapan pemulihan konektivitas kembali muncul. Selain memudahkan pergerakan masyarakat, dibukanya jalur ini juga berpotensi mempercepat distribusi logistik serta bantuan kemanusiaan ke daerah terdampak bencana,//







































