JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian PU menggandeng sejumlah BUMN konstruksi terutama PT Hutama Karya (Persero) selama masa darurat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, serta Sumbar. Hutama Karya telah menerjunkan sejumlah alat berat untuk mengatasi timbunan tanah serta rendaman banjir.
PT Hutama Karya (Persero) sebagai salah satu BUMN kontruksi, mendapatkan tugas tanggap darurt di Sumatera Barat. Pada ruas jalan nasional jalur Padang-Bukittinggi, telah menurunkan dua unit excavator PC-200 dari operator Tol Sicincin-Padang. Alat berat tersebut telah tiba di Lembah Anai sejak 28 November 2025 dan membantu pembersihan material longsor serta pengamanan badan jalan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan darurat bencana. “Dalam situasi darurat, kecepatan dan kolaborasi adalah kunci. Kementerian PU telah menggerakkan seluruh sumber daya mulai dari alat berat, personel teknis, termasuk dukungan logistik untuk membantu penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” kata Menteri Dody dalam keteranganya di Jakarta, Sabtu (29/11)
Baca Juga : Bencana Melanda, Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Menjaga Lingkungan
Di Sumatera Utara, Kementerian PU melalui dukungan Hutama Karya memperkuat penanganan darurat di ruas Tarutung–Sibolga. Sejak 29 November 2025 pukul 00.00, satu unit excavator PC-200 dan satu unit excavator PC-330 dari area Siantar telah berada di lokasi, disertai satu unit truk tangki BBM berkapasitas 16 kilolitesr untuk memasok bahan bakar alat berat.
Dua unit excavator PC-200 tambahan dari mitrs kerja dijadwalkan mulai dimobilisasi pada 29 November 2025, sementara dua unit wheel loader yang mulai bergerak sejak 28 November 2025 sempat terkendala banjir di sekitar Tanjung Pura dan masih dalam proses pemutakhiran posisi. Selain itu, satu unit alat pancang SSP tengah memasuki tahap pra-mobilisasi dari Pool Dumai dengan target tiba pada 30 November 2025, lengkap dengan material sheet pile sebanyak 200 batang yang diangkut menggunakan dua unit trailer dari Cilegon.
Di Sumatera Utara, pengoperasian alat berat Hutama Karya juga didukung keberadaan posko darurat di sekitar ruas jalan dan kawasan terdampak. Posko ini berfungsi sebagai titik koordinasi lapangan sekaligus tempat penyaluran bantuan awal bagi masyarakat, yang pengelolaannya dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana setempat.
Untuk mendukung upaya penanganan dan tanggap darurat bencana di sekitar Jalan Tol Binjai–Langsa, Hutama Karya juga menambah posko pengungsian di Rest Area KM 41+000 Jalur B, yang melayani pengguna jalan dari arah Tanjung Pura menuju Binjai. Sejumlah bantuan disalurkan melalui posko ini, mencakup dukungan transportasi dan evakuasi, obat-obatan, serta makanan siap saji bagi warga terdampak yang membutuhkan akses aman menuju lokasi pengungsian./




