BANDUNG, Bisnistoday – Bodypack resmi meluncurkan Seed Series, koleksi apparel terbaru yang menggunakan material berbasis tanaman sebagai bagian dari pengembangan produk yang mengedepankan kenyamanan, fungsi, dan keberlanjutan.
Menggunakan material Sorona, yang sebagian seratnya berasal dari jagung, koleksi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang memiliki mobilitas tinggi.
Head of Brand Communication Bodypack, Ardhiansyah Putra Pratama, mengatakan pemilihan material Sorona berangkat dari kebutuhan akan pakaian yang tetap nyaman digunakan sepanjang hari tanpa kehilangan bentuknya.
“Material ini mampu mempertahankan siluet pakaian, tetapi tetap nyaman dipakai. Selain itu juga ringan, tahan kusut, dan mudah dirawat sehingga cocok untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya saat peluncuran Seed Series, Minggu (13/7).
Ia menjelaskan, untuk meningkatkan daya tahan produk, Bodypack tidak hanya mengandalkan serat berbasis tanaman, tetapi juga memadukannya dengan material pendukung lainnya.
“Untuk ketahanannya, salah satu material yang sangat mendukung adalah poliester dan nilon. Material tersebut membantu produk lebih tahan terhadap panas dan lebih awet dibandingkan material biasa,” katanya.
Meski menggunakan material premium, Ardhiansyah mengakui biaya produksi menjadi lebih tinggi. Namun, menurutnya, Bodypack tetap berupaya menjaga agar harga produk tetap kompetitif.
“Secara biaya produksi memang lebih tinggi. Namun kami berusaha melakukan rekomposisi agar harga produk tetap kompetitif di pasar. Jadi cost produksinya meningkat, tetapi kami tetap menyeimbangkannya supaya produk ini masih bisa dijangkau masyarakat,” jelasnya.
Seed Series terdiri atas Relish Field Jacket, Rhino Vest Jacket, dan Hayes Pants. Ketiga produk tersebut dibanderol masing-masing seharga Rp699.000 untuk jaket, Rp629.000 untuk vest, dan Rp549.000 untuk celana.
Selain material, Bodypack juga memberi perhatian pada pemilihan warna. Koleksi ini hadir dalam pilihan warna navy dan olive yang dipilih bukan untuk merepresentasikan jagung sebagai bahan bakunya, melainkan karena dinilai lebih fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan.
“Pertimbangan utamanya adalah style dan warna yang mudah dipadukan dengan pakaian lain. Kami memilih warna yang timeless karena kami ingin produknya tetap relevan dipakai dalam jangka panjang,” ujar Ardhiansyah.
Menjawab pertanyaan mengenai asal bahan baku jagung, Ardhiansyah mengatakan pengembangan material dilakukan bersama mitra manufaktur sehingga pihaknya belum dapat menjelaskan secara rinci asal-usul serat tanaman tersebut.
“Kami bekerja sama dengan manufaktur dalam pengembangan material ini. Jadi untuk detail asal bahan bakunya saya belum bisa menjelaskan secara spesifik,” katanya.
Seluruh koleksi Seed Series mulai tersedia sejak 7 Juli 2026 di seluruh toko resmi Bodypack, website, dan marketplace. Khusus pelanggan yang telah menjadi member, Bodypack juga menghadirkan berbagai penawaran khusus, termasuk potongan harga pada kanal penjualan tertentu.
Dalam kesempatan tersebut, Ardhiansyah juga menegaskan bahwa Bodypack kini semakin memperluas segmen pasarnya.
“Selama ini Bodypack identik dengan produk pria, padahal sekarang market kami sebenarnya unisex. Memang sekitar 60 persen masih laki-laki dan 40 persen perempuan, tetapi koleksi apparel kami sudah dirancang agar nyaman dipakai oleh semua kalangan,” tuturnya.
Dari sisi bisnis, Bodypack menargetkan penjualan sekitar 1.000 unit vest dan 600 unit celana dalam tiga bulan pertama. Menurut Ardhiansyah, vest menjadi salah satu kategori apparel dengan permintaan paling tinggi sehingga jumlah produksinya dibuat lebih banyak.
“Harapannya tentu bisa sell out secepat mungkin. Produksinya juga memang terbatas atau limited,” pungkasnya.E2









































