www.bisnistoday.co.id
Kamis , 27 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Potensi Fintech Terus Tumbuh, Dukung UMKM Ciptakan Lapangan Kerja
Ekonomi & Bisnis

Potensi Fintech Terus Tumbuh, Dukung UMKM Ciptakan Lapangan Kerja

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,47 juta orang pada Agustus 2024, atau naik 4,91 persen dibandingkan Februari 2024. Di sisi lain, ekonomi akar rumput yang digerakkan oleh UMKM menjadi penopang utama yang mampu menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia.

Pertumbuhan UMKM tidak terlepas dari kontribusi industri financial technology (fintech) yang menyediakan layanan keuangan berbasis teknologi. Industri fintech di Indonesia diprediksi masih terus tumbuh, didorong oleh adopsi teknologi digital dan kebutuhan layanan keuangan yang lebih inklusif.

Laporan Mordor Intelligence mencatat, pasar fintech Indonesia diperkirakan bernilai USD20,93 miliar pada 2025 dan akan mencapai USD32,67 miliar pada 2030.

Pertumbuhan ini turut memperkuat UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas yang dapat membuka kesempatan kerja hingga ke tingkat akar rumput. Dampaknya, perekonomian daerah bisa meningkat dan menciptakan kesejahteraan yang merata.

Baca Juga : Bank Sampoerna Perkuat Pemerataan Kredit UMKM Lewat Kolaborasi Fintech

Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha, mengatakan, fintech tidak hanya menjadi salah satu sektor jasa keuangan yang berkontribusi sebesar 4,74 persen terhadap perekonomian Indonesia.

“Lewat layanan keuangan seperti pembiayaan, dompet digital, investasi mikro, dan produk lainnya, fintech telah mendukung penguatan UMKM yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang 2024, Kami turut mendorong terciptanya lebih dari 110.000 lapangan kerja di perdesaan yang berasal dari perempuan pengusaha UMKM di daerah. Hal ini menunjukkan bahwa fintech dapat menjadi katalis bagi kemandirian ekonomi dan keluarga di perdesaan,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

Berdasarkan  Sustainability Report Amartha 2024, sebanyak 77 persen mitra mengalami peningkatan total pendapatan sejak bergabung sebagai mitra, sehingga memiliki ruang finansial yang lebih sehat untuk menabung dan menambah aset.

“Selain itu, 50.467 UMKM skala ultra mikro berhasil naik kelas menjadi usaha skala kecil, yang mencerminkan dampak nyata pembiayaan Amartha terhadap keberlanjutan dan pertumbuhan usaha di tingkat akar rumput,” imbuh Taufan.

Capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM tidak hanya bergantung pada akses pembiayaan, tetapi juga pada pendekatan yang berkelanjutan, menyeimbangkan penyaluran modal dengan edukasi, pendampingan kewirausahaan, penyediaan layanan keuangan yang transparan, serta penguatan perlindungan data nasabah.

UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan ekosistem yang menghubungkan keluarga, pasar, dan komunitas. Di dalamnya tercipta lapangan kerja serta peluang usaha yang mendorong pemerataan kesejahteraan hingga ke perdesaan.

Lebih lanjut Taufan menuturjkan, UMKM yang bertumbuh akan membuka peluang lapangan kerja di daerah sehingga dapat menekan laju urbanisasi. Dengan basis komunitas yang kuat, UMKM merekrut tenaga kerja dari komunitas setempat dan desanya.

“Ibu rumah tangga dan pemuda di daerah pun berpeluang mendapat pekerjaan serta penghasilan tanpa perlu merantau meninggalkan keluarganya. Dengan begitu, ekonomi daerah akan terus bergerak”, ungkap Taufan./

 

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Gelar Kick Off Pemulihan Ekonomi Terdampak Bencana di Sumatera

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan Kick...

Ekonomi & Bisnis

MAP Active Resmikan Nike Plaza Senayan

JAKARTA, Bisnistoday – Store terbaru Nike yang mengusung tema "Don't Lose Your...

Produk Halal
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Industri Halal Menjadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday-  Industri halal dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu...

Java Kopi
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Kopi Jawa Barat Senilai Rp2,64 Miliar Dilepas Menuju ke Inggris

BANDUNG, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyaksikan pelepasan...