BONTANG, Bisnistoday– Proyek peremajaan pabrik amonia tertua di Indonesia resmi dirampungkan. Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 milik PT Pupuk Kalimantan Timur ini dikerjakan oleh PT Tripatra Engineers and Constructors sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional di bawah Pupuk Indonesia Group.
Pabrik yang telah beroperasi sejak 1984 tersebut merupakan salah satu tulang punggung produksi pupuk nasional. Revitalisasi dilakukan tanpa menghentikan operasi pabrik, menjadikannya proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi sekaligus yang pertama di Indonesia untuk kategori sejenis.
Presiden Direktur & CEO Tripatra, Raymond Naldi Rasfuldi, menyatakan proyek ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui solusi rekayasa terintegrasi. Ia menegaskan, peningkatan efisiensi energi dan penurunan emisi karbon menjadi fokus utama modernisasi fasilitas industri tersebut.
“Melalui teknologi yang lebih ramah lingkungan dan sistem kontrol digital, proyek ini membantu menekan emisi sekaligus meningkatkan keandalan operasi pabrik,” ujarnya.
Peremajaan pabrik menghasilkan peningkatan efisiensi energi signifikan. Konsumsi gas turun hingga 4 MMBtu per ton amonia—lebih dari 10 persen dibanding kondisi sebelumnya. Selain itu, penerapan sistem Distributed Control System (DCS) meningkatkan akurasi pengendalian proses produksi serta stabilitas operasional.
Secara keseluruhan, proyek ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi sekitar 110.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun. Penurunan emisi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menekan biaya produksi pupuk sehingga pasokan nasional menjadi lebih berkelanjutan.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menyebut revitalisasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri pupuk nasional. Menurutnya, modernisasi fasilitas memungkinkan produksi lebih hemat energi dan rendah emisi, sekaligus menyesuaikan teknologi dengan standar industri terkini. Ia juga menekankan bahwa proyek tersebut melibatkan kontraktor dan tenaga kerja lokal.
Rekam Jejak dan Transformasi Industri
Dengan pengalaman lebih dari lima dekade, Tripatra terus memperluas layanan dari EPC hingga solusi aset dan pengadaan sumber daya industri. Perusahaan yang merupakan bagian dari Indika Energy Group itu juga mengembangkan bisnis energi baru terbarukan melalui anak usahanya, PT Tripatra Bioenergi Angkasa, termasuk proyek biomassa, biogas, dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF).
Keberhasilan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 sekaligus menegaskan peran modernisasi industri dalam mendukung target nasional penurunan emisi dan memperkuat fondasi ketahanan pangan. Dengan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, industri pupuk Indonesia kini memasuki babak baru transformasi berkelanjutan.//








































