JAKARTA, Bisnistoday – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan pada Selasa (24/3) usai berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi bahwa Malaysia dan Jepang berkomitmen untuk mendorong perdamaian global.
Anwar mengatakan dalam keterangannya di Kuala Lumpur, “Kami sepakat untuk terus memperkuat kerja sama bilateral serta memainkan peran konstruktif dalam memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional maupun global.”
Dalam pembicaraan tersebut, ia menyatakan bahwa kedua pemimpin juga menekankan hubungan erat yang ada antara Malaysia dan Jepang sejak tahun 1957.
Saat ini, hubungan mereka diperkuat melalui Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP). Dalam CSP, keduanya juga berbicara tentang kemajuan kerja sama di bidang yang sangat penting, seperti ekonomi, keamanan, dan sains, teknologi, dan inovasi.
Anwar juga mengungkapkan posisi Malaysia mengenai keadaan di Timur Tengah.Ia menekankan gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, dan penyelesaian konflik melalui perundingan dan diplomasi sesuai dengan hukum internasional.
Lakukan Gencatan Senjata
Minggu (22/3) dalam doa Angelus di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Paus Leo XIV menyebut perang di Timur Tengah sebagai “skandal bagi seluruh keluarga umat manusia”.Pernyataan ini muncul di tengah konflik terus-menerus antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Ia menegaskan bahwa korban sipil menderita dan meminta agar dunia tidak tinggal diam.Paus juga meminta gencatan senjata dan diplomatik.Dengan demikian, Vatikan juga bertindak secara diplomatik dengan meminta perang dihentikan./ant/IG/










































