www.bisnistoday.co.id
Minggu , 20 September 2026
Home GLOBAL AS Sesumbar Perang Iran akan Berakhir dalam Hitungan Minggu
GLOBALKawasan GlobalPolitik & Keamanan

AS Sesumbar Perang Iran akan Berakhir dalam Hitungan Minggu

Sebaliknya, Iran tetap menantang. Mereka juga membantah klaim Donald Trump tentang upaya negosiasi. Menurut pemerintah Iran tidak ada perundingan apapun.

Iran Israel
MISIL Persenjataan Perang diluncurkan./
Social Media

JAKARTA-Bisnistoday: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan operasi militer mereka ke Iran akan berakhir dalam hitungan minggu, bukan bulan.

“Ketika kita selesai dengan mereka (Iran) di sini dalam beberapa minggu ke depan, mereka akan lebih lemah daripada sebelumnya,” kata Rubio kepada wartawan pada  Jumat (27/3/2026) setelah bertemu dengan para menteri luar negeri G7 di Prancis.

Saat Rubio berbicara, di tempat lain Israel mengancam akan memperluas serangan terhadap Iran, sementara Teheran terus menembakkan rudalnya ke Israel.

Beberapa jam setelah Rubio berbicara, Iran juga menyerang sebuah pangkalan udara militer di Arab Saudi melukai setidaknya 12 tentara Amerika, dua di antaranya luka serius, lapor media AS.

Serangan tersebut melibatkan setidaknya satu rudal dan beberapa drone, lapor New York Times dan Wall Street Journal, mengutip pejabat setempat.

Menurut laporan, para tentara berada dalam sebuah bangunan di pangkalan tersebut ketika serangan terjadi. Guardian mewartakan beberapa pesawat pengisian bahan bakar udara juga mengalami kerusakan dalam serangan itu.

Para pejabat AS telah mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan tentang berapa lama mereka memperkirakan akan melanjutkan serangan gabungan mereka dengan Israel terhadap Iran.

Sebaliknya, Iran tetap menantang. Mereka juga membantah klaim Donald Trump tentang upaya negosiasi. Menurut pemerintah Iran tidak ada perundingan apapun.

Sementara itu, utusan Trump, Steve Witkoff, mengatakan pada Jumat: “Kami pikir akan ada pertemuan [dengan Iran] minggu ini. Kami tentu berharap demikian.”

Selat Hormuz

 Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah menghalau tiga kapal yang mencoba melintasi selat tersebut. Mereka menegaskan melarang semua pengiriman ke dan dari pelabuhan sekutu dan pendukung musuh (Israel-Amerika).

“Pagi ini, menyusul kebohongan presiden AS yang mengklaim bahwa Selat Hormuz terbuka, tiga kapal kontainer dari berbagai negara sudah kami halau setelah peringatan dari angkatan laut IRGC,” kata Garda Revolusi di situs web Sepah News mereka.

Di sisi lain, Rubio memastikan Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran. Dia mengatakan Iran mungkin akan berupaya untuk menutup selat tersebut, yang menurutnya dapat menyebabkan kerusakan ekonomi bagi banyak negara. “Ini bukan hanya ilegal, tetapi juga tidak dapat diterima,” kata Rubio.

AS telah memerintahkan ribuan marinir AS dan pasukan elite lintas udara mereka ke wilayah tersebut.  Langkah ini kemungkinan sebagai persiapan untuk membuka kembali jalur laut itu secara paksa. Mereka bisa saja merebut salah satu dari banyak pulau seperti Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.

Dengan pasar saham yang terguncang dan dampak ekonomi yang makin luas, posisi Trump kini semakin tertekan, teruama di dalam negeri.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Presiden Putin
Kawasan Global

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Asia Pasifik

VLADIVOSTOK. Bisnistoday - Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra...

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWSKawasan Global

Presiden Prabowo Hadiri Eastern Economic Forum (EEF) di Rusia

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden Prabowo Tiba di Rusia Jadi Tamu Kehormatan di Eastern...

Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra saat memberikan kuliah padaB.J. Habibie Memorial Lecture 2026 . (Adi/Bisnistoday)
Politik & Keamanan

Yusril Ajak Baca kembali Pemikiran Natsir dan Cita-Cita Habibie

JAKARTA, Bisnistoday— Masa depan Indonesia tidak cukup dibangun hanya dengan kekuatan ilmu...