SEMARANG, Bisnistoday- Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyatakan, sinergi lintas sektor dan inovasi berkelanjutan menjadi faktor utama keberhasilan penyelenggaraan angkutan lebaran Idulfitri 1447H/ Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan Rivan dalam kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang diselenggarakan oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Indonesia (Korlantas Polri) di Semarang, baru-baru ini.
“Pelayanan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Hal ini menunjukkan sinergi lintas sektor yang luar biasa,” ujar Rivan di Jakarta, kemarin.
Dengan dukungan teknologi Intelligent Transport System (ITS), JMTC mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98%. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pengguna jalan melalui Aplikasi Travoy yang mencatat peningkatan penggunaan hingga 300% selama periode Lebaran. Ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan informasi digital Jasa Marga sekaligus meningkatkan customer experience dalam pelayanan jalan tol.
Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatat puncak arus mudik tertinggi terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 dengan volume mencapai sekitar 270 ribu kendaraan, yang merupakan angka tertinggi arus mudik sepanjang sejarah. Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada H+3 Lebaran atau 24 Maret 2026 mencapai sekitar 230 ribu kendaraan.
Keberadaan empat ruas tol yang diberlakukan secara fungsional tanpa tarif terbukti sangat membantu dalam mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di ruas Jakarta-Cikampek II Selatan yang mampu mengurangi beban di titik krusial seperti KM 66.
Selain itu, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 juga ditandai dengan penurunan angka kecelakaan di jalan tol, yang mencerminkan meningkatnya aspek keselamatan dan keamanan perjalanan para pengguna jalan. Meski demikian, Jasa Marga menilai bahwa kegiatan evaluasi tetap menjadi hal penting sebagai dasar perbaikan layanan di masa mendatang, khususnya dalam menghadapi periode traffic tinggi berikutnya yaitu Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran 2027.
“Evaluasi ini menjadi wujud komitmen bersama bahwa negara hadir untuk terus memperbaiki pelayanan publik kepada masyarakat. Penyelenggaraan Operasi Ketupat di masa mendatang harus semakin lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutur Rivan./



