www.bisnistoday.co.id
Senin , 27 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS “Business Networking” Jembatani Pelaku Usaha dengan Negara Mitra
HEADLINE NEWS

“Business Networking” Jembatani Pelaku Usaha dengan Negara Mitra

Pelaku Usaha
PERTEMUAN bisnis para pelaku usaha dengan negara mitra dagang./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan menggelar jejaring bisnis (business networking) yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli (buyer) dari lima negara yaitu Meksiko, Cili, Ethiopia, Nigeria, dan Aljazair. Pertemuan tersebut menghadirkan tiga pelaku usaha Indonesia, yaitu PT Oneject Indonesia, PT Kopi Dalam Negeri/Java Sisters Vanilla, dan CV Anugerah Ciptakan Eka Harapan (ACEH Food).

Pada acara tersebut, hadir perwakilan dari Kedutaan Besar Meksiko, Cili, Ethiopia, Nigeria, dan Aljazair. Business networking digelar di Ruang Permanent Trade Exhibition Kemendag, Jakarta pada Kamis, (18/6). Turut hadir Duta Besar Ethiopia untuk Indonesia, Fekadu Beyene Aleka.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi mengatakan, hadirnya perwakilan dari kawasan Afrika dan Amerika Latin sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperluas tujuan ekspor Indonesia ke pasar nontradisional sekaligus memaksimalkan perjanjian dagang yang ada.

“Selain memperluas jejaring bisnis, kami harap kegiatan ini dapat mendorong pemanfaatan berbagai perjanjian dagang yang telah dimiliki Indonesia dengan negara mitra. Pelaku usaha pun dapat memanfaatkan akses pasar agar lebih optimal. Dengan begitu, daya saing produk Indonesia di pasar global dapat meningkat,” ujar Puntodewi.

Pasar Amerika Latin

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag, Bayu Nugroho menekankan pentingnya kawasan Amerika Latin sebagai salah satu pasar potensial bagi produk Indonesia. Menurutnya, kehadiran perwakilan Meksiko dan Cili dalam business networking ini membuka peluang pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan akses pasar yang telah tersedia melalui kerja sama perdagangan.

Indonesia dan Cili telah memiliki Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Perjanjian ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Cili maupun kawasan Amerika Latin. Salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah alat kesehatan.

“Pemanfaatan IC-CEPA tidak hanya membuka peluang peningkatan ekspor Indonesia ke Cili, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk ke kawasan Amerika Latin. Pelaku usaha perlu memahami karakteristik pasar, preferensi konsumen, dan ketentuan perdagangan yang berlaku agar dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal dan berkelanjutan,” ujar Bayu.

Bayu juga optimistis kehadiran Meksiko dalam business networking kali ini menjadi langkah awal untuk membangun jejaring bisnis sekaligus memetakan kebutuhan dan preferensi pasar di negara tersebut. Posisi Meksiko yang strategis dalam rantai pasok global menjadikannya salah satu pintu masuk potensial bagi Indonesia. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menembus rantai produksi berbagai produk bernilai tambah ke Amerika Serikat./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BSPI 2030
HEADLINE NEWS

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo Resmi Mengundurkan Diri

JAKARTA, Bisnistoday – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri...

Menteri PU
HEADLINE NEWS

Menteri Dody Pastikan Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sragen Jawa Tengah

SRAGEN, Bisnistoday - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat...

Program MBG
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Program MBG Dinilai Belum Mampu Mendongkrak Ekonomi Rakyat Kecil

JAKARTA, Bisnistoday – Pengemat ekonomi menilai selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis...

Dampak El Nino
HEADLINE NEWS

Dampak Kekeringan Dirasakan Masyarakat di Berbagai Wilayah

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah melalui Kementerian PU melakukan operasi darurat mengatasi bencana...