BANDUNG, Bisnistoday – Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku hampir tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan berbagai program strategis Pemerintah Kota Bandung sejak resmi dilantik.
Menurut Erwin, dirinya tidak pernah diajak membahas sejumlah kebijakan penting, mulai dari APBD, pergeseran anggaran, rotasi dan mutasi pejabat, hingga pelaksanaan program kerja. Meski demikian, ia menegaskan tetap siap bersinergi dengan Wali Kota Bandung dalam menjalankan pemerintahan.
Ia mengatakan minimnya pelibatan tersebut sudah terjadi sejak awal menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung.
Erwin mengungkapkan, setelah pelantikan dirinya hanya beberapa kali mengikuti pertemuan bersama Wali Kota Bandung. Sementara itu, pembahasan berbagai kebijakan strategis disebut hampir seluruhnya dilakukan tanpa melibatkan dirinya.
“Terus terang saja, saya selama ini tidak pernah diajak oleh wali kota. Dari mulai pergeseran anggaran, anggaran perubahan, APBD, program kerja Kota Bandung, rotasi mutasi, saya belum pernah diajak. Kemarin terakhir saya diajak rapat pimpinan, itu pun saya tidak bicara apa-apa,” kata Erwin di Balai Kota Bandung, Senin (6/7).
Erwin menilai kondisi tersebut membuatnya belum mengetahui sejauh mana realisasi program maupun janji politik yang diusung bersama saat Pilkada berjalan sesuai rencana.
“Saya juga ingin mengawal janji politik kita kepada masyarakat. Apakah ini berjalan sesuai RPJMD atau tidak, saya belum tahu juga. Saya belum tahu karena memang tidak pernah diajak membahas program kerja,” katanya.
Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan masukan kepada Wali Kota Bandung terkait jalannya pemerintahan. Namun hingga kini, dirinya belum pernah dilibatkan dalam pembahasan program-program strategis sehingga memilih fokus menjalankan tugas sesuai tupoksinya sebagai wakil wali kota.
“Saya sudah berkali-kali memberi masukan. Cuma mungkin kewenangannya di Pak Wali dan Pak Sekda. Selama ini saya belum pernah diajak bicara soal program kerja,” ungkapnya.
Erwin menegaskan tetap menjalankan setiap amanah yang diberikan kepadanya. Saat dipercaya memimpin Satuan Tugas Khusus (Satgasus), ia mengaku fokus menangani berbagai persoalan, mulai dari peredaran minuman keras, reklame liar, hingga praktik prostitusi.
“Selama ditugaskan saya menjalankan sesuai tupoksi. Sekarang katanya sudah diserahkan kepada Sekda. Tapi kalau ada persoalan, insyaallah saya tetap akan turun membantu,” ucapnya.
Selain itu, Erwin mengungkapkan komunikasi dengan Wali Kota Bandung juga nyaris tidak terjalin. Menurutnya, percakapan terakhir hanya terjadi saat rapat pimpinan beberapa waktu lalu.
“Sampai saat ini saya belum komunikasi. Terakhir waktu rapat pimpinan sempat ngobrol sebentar, setelah itu belum komunikasi lagi,” katanya.
Meski mengaku jarang dilibatkan, Erwin berharap hubungan kerja dengan Wali Kota Bandung dapat kembali terjalin dengan baik demi kepentingan masyarakat.
“Saya berharap kita bisa guyub, bisa kolaborasi. Saya ini seorang wakil, tentunya punya tugas mewakili. Cuma saat ini saya juga jarang dikasih tugas oleh Pak Wali,” ungkapnya.
Erwin menilai hubungan antara wali kota dan wakil wali kota seharusnya saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia pun mengutip penggalan ayat Al-Quran yang mengibaratkan hubungan keduanya layaknya suami dan istri.
“Saya sudah mengingatkan kepada Pak Wali bahwa wali kota dan wakil itu seperti suami istri, harus saling melengkapi. Mudah-mudahan ke depan kami bisa kembali bersinergi untuk Kota Bandung,” pungkasnya.









































