BANDUNG, Bisnistoday – Bandung Arts Festival (BAF) #12 kembali hadir sebagai ruang pertemuan bagi para seniman, pelaku budaya, komunitas kreatif, akademisi, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam sebuah perayaan seni dan budaya yang akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Plaza BJB, dan Braga Pendek, Kota Bandung.
Memasuki penyelenggaraan ke-12, Bandung Arts Festival terus memperkuat perannya sebagai festival seni lintas disiplin yang tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi, edukasi, dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
“Festival ini menghadirkan beragam program menarik, mulai dari pameran seni rupa, fotografi, instalasi seni, pertunjukan tari, musik, teater, workshop kreatif, diskusi budaya, tarian kolosal ngabatik karya Ine Arini, hingga bazar UMKM kreatif yang melibatkan pelaku usaha lokal,” kata Deden Tresnawan, dikutip dalam keterangan resminya, Selasa (21/7).
Mengusung semangat kolaborasi dan keberagaman, Bandung Arts Festival #12 mengajak masyarakat menikmati pengalaman seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat identitas Kota Bandung sebagai kota kreatif.
Berbagai karya yang ditampilkan merupakan hasil eksplorasi para seniman dari berbagai latar belakang yang memadukan nilai-nilai tradisi dengan pendekatan seni kontemporer.
Direktur Festival Bandung Arts Festival, Deden Tresnawan, mengatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini diharapkan menjadi ruang yang mampu mempertemukan kreativitas, budaya, dan masyarakat dalam satu perayaan yang inklusif.
“Bandung Arts Festival bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga ruang dialog, apresiasi, dan kolaborasi. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa seni adalah bagian dari kehidupan yang mampu menghubungkan berbagai kalangan sekaligus memberikan dampak bagi pengembangan budaya dan ekonomi kreatif. Melalui festival ini, kami berharap semakin banyak kolaborasi yang lahir dan menjadikan Bandung sebagai rumah yang ramah bagi tumbuhnya kreativitas,” jelasnya.
Terbuka untuk Umum Gratis
Selain menghadirkan pertunjukan dan pameran seni, festival ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk-produk kreatif kepada masyarakat.
“Kehadiran berbagai komunitas seni dan budaya diharapkan mampu menciptakan interaksi yang lebih luas antara seniman, pelaku industri kreatif, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat,” ujar Deden.
Bandung Arts Festival #12 terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa dipungut biaya. Panitia mengundang warga Bandung, wisatawan, pecinta seni, pelajar, mahasiswa, keluarga, serta komunitas untuk bersama-sama merayakan keberagaman budaya Indonesia dalam suasana yang inklusif, edukatif, dan inspiratif.
Melalui penyelenggaraan tahun ini, Bandung Arts Festival diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Bandung sebagai salah satu pusat kreativitas dan kebudayaan di Indonesia, sekaligus mendorong tumbuhnya kolaborasi yang berkelanjutan antara seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.









































