JAKARTA, Bisnistoday – Warga yang terdampak kekeringan seperti di daerah Cilegon dan Situbondo membutuhkan bantuan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk wilayah Cilegon seperti wilayah Kubang Sepuh, Kota Cilegon, Provinsi Banten dan termasuk Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, masyarakat mengantri bantuan air minum.
Untuk masyarakat yang berada di wilayah Kubang Sepuh, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Tim Satuan Tugas (Satgas) Kekeringan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) telah menyalurkan bantuan air bersih.
Sementara, bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, Kab. Situbondo juga disalurkan air bersih untuk kebutuhan masyarakat.
Menteri PU, Dody Hanggodo air berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, energi, aksi iklim, pengentasan kemiskinan, hingga berbagai agenda pembangunan lainnya. “Kita harus memastikan setiap tetes air memberikan manfaat yang optimal. Dan setiap masyarakat harus merasakan manfaat sebesar-besarnya dari pengelolaan sumber daya air,” kata Menteri Dody di Cilegon, Banten.
Sebanyak 5.000 liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Lingkungan Kubang Sepuh. Bantuan ini menjangkau sekitar 88 kepala keluarga atau sekitar 310 jiwa yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau panjang El Nino.
Ketua RT 04 RW 02 Lingkungan Kubang Sepuh, Jahidi menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Kementerian PU. Ia mengungkapkan bahwa warga telah lama mengalami krisis air bersih, bahkan sumur yang ada mulai mengering.
“Syukur Alhamdulillah Kementerian PU bergerak untuk menangani masyarakat kami yang sudah lama kekeringan air. Terima kasih sudah membantu masyarakat kami masalah air bersih, masalah kekeringan. Harapan kami bukan sekali ini saja karena masyarakat kami sangat membutuhkan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pendistribusian air bersih ini juga mendapat dukungan dari Perum Jasa Tirta II yang menyediakan satu unit mobil tangki air berkapasitas 7.000 liter. Kolaborasi ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung.
Warga Situbondo Kekeringan
Musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan di di Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo. Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.
Dalam aksi tanggap darurat ini, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih menggunakan satu unit truk tangki. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 63 kepala keluarga (KK) atau sekitar 140 jiwa di RT 15 RW 04 yang terdampak kekeringan.
Kehadiran bantuan ini disambut dengan rasa syukur oleh warga setempat. Saiful, salah satu warga Desa Gunung Putri sekaligus Ketua RT 15, menyampaikan apresiasi atas distribusi air bersih dari Kementerian PU terhadap kondisi kekeringan yang dialami masyarakat.
“Kami perwakilan warga mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), BBWS Brantas telah hadir ke desa kami untuk menyalurkan bantuan air bersih,” ujarnya.
Tampungan Bendungan Karian Menurun
Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan Prasarana untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat serta mendukung suplai air irigasi ke Daerah Irigasi (D.I.) Ciujung selama musim kemarau.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Dedi Yudha Lesmana mengatakan dinamika tampungan air Bendungan Karian yang mengalami penurunan elevasi muka air sehingga sebagian area daratan lama kembali terlihat merupakan kondisi yang wajar pada musim kemarau dan tidak mengganggu fungsi bendungan sebagai penyedia air baku, layanan irigasi, maupun pengendali banjir.
“Tampungan Bendungan Karian masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun irigasi. Penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau dan masih berada dalam batas aman operasi waduk,” kata Dedi./



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















