www.bisnistoday.co.id
Jumat , 28 Agustus 2026
Home EKONOMI Elang Jawa Kembali Mengangkasa dari Kamojang
EKONOMI

Elang Jawa Kembali Mengangkasa dari Kamojang

Elang Jawa
Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) berdiri sejak 2014 melalui kemitraan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, dan Raptor Indonesia, menjadi salah satu pusat konservasi yang secara khusus menangani satwa elang, terutama Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Langit Kamojang kembali menjadi ruang bagi kehidupan yang sempat terancam. Di kawasan berhawa sejuk yang menjadi bagian dari wilayah kerja panas bumi Kamojang, upaya menyelamatkan Elang Jawa terus dilakukan. Bukan sekadar menyelamatkan seekor satwa, tetapi menjaga salah satu simbol kekayaan alam Indonesia agar tetap terbang di habitatnya.

Di tempat inilah Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) menjalankan perannya. Berdiri sejak 2014 melalui kemitraan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, dan Raptor Indonesia, PKEK menjadi salah satu pusat konservasi yang secara khusus menangani satwa elang, terutama Elang Jawa (Nisaetus bartelsi).

Elang Jawa bukan burung pemangsa biasa. Spesies endemik Pulau Jawa ini dikenal sebagai inspirasi lambang negara Garuda dan kini berada dalam status Endangered menurut IUCN Red List of Threatened Species. Menjaga keberadaannya berarti menjaga bagian penting dari ekosistem sekaligus warisan alam Indonesia.

Selama lebih dari satu dekade, PKEK telah menangani 392 ekor elang dan berhasil melepasliarkan 153 ekor kembali ke habitat alaminya. Burung-burung tersebut datang dari berbagai kondisi—mulai dari hasil sitaan, serahan masyarakat, hingga satwa yang menjadi korban konflik dengan manusia. Namun, perjalanan seekor elang menuju kebebasan tidaklah sederhana.

PGE mengalokasikan sekitar 116 hektare kawasan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang untuk mendukung konservasi Elang Jawa. Kawasan tersebut dilengkapi fasilitas karantina, observasi, rehabilitasi, hingga kandang pelatihan terbang. Setiap tahapan diperlukan untuk memastikan satwa yang akan dikembalikan ke alam benar-benar memiliki kemampuan bertahan hidup.

Di balik proses tersebut terdapat persoalan besar yang mengancam keberlangsungan Elang Jawa. Satwa ini memiliki tingkat reproduksi yang rendah. Sepasang Elang Jawa umumnya hanya menghasilkan satu telur dalam setahun. Pada saat yang sama, perburuan liar, perdagangan ilegal dan penyusutan habitat akibat alih fungsi lahan terus menjadi tekanan bagi populasinya.

Karena itu, konservasi tidak berhenti pada penyelamatan dan rehabilitasi. PKEK juga melakukan edukasi kepada pelajar dan masyarakat. Warga sekitar bahkan dilibatkan dalam mendukung operasional konservasi, salah satunya melalui penyediaan pakan elang oleh peternak lokal.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa konservasi bukan pekerjaan satu lembaga. Ada pemerintah, dunia usaha, organisasi konservasi, akademisi, hingga masyarakat yang memiliki peran masing-masing.

Bagi PGE, keberadaan PKEK juga menjadi bagian dari cara perusahaan melihat pengembangan energi panas bumi. Aktivitas industri tidak harus berhadapan dengan kepentingan lingkungan. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan ketika perlindungan ekosistem ditempatkan sebagai bagian dari keberlanjutan.

“Selama lebih dari satu dekade kami mendampingi PKEK bersama BBKSDA Jawa Barat dan Raptor Indonesia. Ini merupakan bentuk proses penyelamatan, rehabilitasi, hingga menyaksikan elang-elang itu kembali terbang bebas di habitatnya,” kata Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho.

Menurut Andi, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan industri energi dapat berjalan selaras dengan perlindungan alam. “Ini adalah bukti bahwa industri energi dan alam bisa saling menghidupi,” ujarnya.

Pengakuan terhadap upaya tersebut datang melalui Penghargaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 Bidang Konservasi Spesies dan Genetik dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Penghargaan itu diserahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada Andi Joko Nugroho dalam pembukaan peringatan HKAN 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

Penghargaan tersebut bukan sekadar sebuah piala. Bagi PGE, penghargaan menjadi pengingat bahwa pekerjaan konservasi masih panjang.

“Apresiasi dari Kementerian Kehutanan ini kami terima sebagai amanah untuk melanjutkan dan memperluas komitmen tersebut, agar Elang Jawa, sang inspirasi Garuda, tetap mengangkasa di langit Indonesia untuk generasi mendatang,” kata Andi.

Komitmen lingkungan PGE di Kamojang juga tercermin dari capaian PROPER Emas 15 kali berturut-turut untuk PGE Area Kamojang. Sementara PGE Area Ulubelu meraih PROPER Emas empat kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

Pada akhirnya, kisah PKEK bukan hanya tentang seekor elang yang diselamatkan dari jerat perdagangan atau konflik dengan manusia. Ini adalah kisah tentang bagaimana seekor satwa yang sempat kehilangan kebebasannya menjalani proses panjang untuk kembali menjadi penguasa langit.

Dari ruang karantina, kandang rehabilitasi, hingga latihan terbang, setiap tahap menjadi jalan menuju satu tujuan: membuka pintu dan membiarkan sayap itu kembali bekerja.Ketika Elang Jawa akhirnya terbang meninggalkan kawasan konservasi, yang kembali ke alam bukan hanya seekor burung. Bersamanya ikut terbang harapan bahwa pembangunan dan kelestarian alam dapat tumbuh bersama. Dan selama sayap Garuda kecil itu masih mengepak di langit Jawa, pesan konservasi dari Kamojang akan terus menemukan maknanya.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Gelar Kick Off Pemulihan Ekonomi Terdampak Bencana di Sumatera

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan Kick...

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menganugerahkan Koperasi Award kepada sejumlah tokoh...