www.bisnistoday.co.id
Jumat , 28 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS Investor Masih Cenderung “Wait and See” Menunggu Situasi Stabil
HEADLINE NEWS

Investor Masih Cenderung “Wait and See” Menunggu Situasi Stabil

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA,  Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai investor masih cenderung berhati-hati menghadapi tekanan pasar domestik dan ketidakpastian eksternal. Kendati begitu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (27/8)). IHSG menguat 1,81% atau 116,06 poin ke 6.521,75. Sebanyak 578 saham ditutup menguat, 103 melemah, dan 282 saham stagnan. Tampaknya, pasar tidak banyak terpengaruh sentiment demo Kota Jakarta.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan investor diperkirakan mengambil sikap wait-and-see menrespon aksi demonstrasi di DPR.

“IHSG masih menghadapi risiko dari sisi domestik dan eksternal. Kami melihat Rupiah dan foreign flow sebagai indikator utama untuk menilai apakah risiko dari agenda domestik mulai berdampak lebih luas terhadap pasar,” ujar Rully di Jakarta, kemarin.

Dari sisi eksternal, PCE Amerika Serikat yang masih tinggi menjaga risiko kenaikan suku bunga Federal Reserve tetap terbuka dan membuat imbal hasil US Treasury berada pada level tinggi. Sementara di pasar domestik, saham BBRI, BRPT, dan AMMN menjadi penekan IHSG, sedangkan EMAS dan MDKA kembali menopang indeks seiring harga emas yang masih bertahan dekat level tertinggi dalam tiga bulan.

Di tengah kondisi tersebut, arah kebijakan Bank Indonesia menjadi salah satu faktor penting bagi prospek pasar. Sebagai calon tunggal Gubernur BI, presentasi fit and proper test Destry Damayanti memberikan indikasi awal mengenai kebijakan yang lebih berorientasi pada pertumbuhan (pro-growth), meski volatilitas Rupiah dan ketidakpastian eksternal masih membatasi ruang penurunan suku bunga.

Rully menilai bauran kebijakan tersebut dapat berdampak positif bagi pasar saham, khususnya sektor perbankan dan domestik yang sensitif terhadap pertumbuhan, namun tetap perlu mempertimbangkan kondisi likuiditas perbankan yang semakin ketat.

Pasar Masih “Selective Buying”

Di tengah kondisi pasar yang masih selektif, peluang sektoral tetap terbuka. Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Daniel Aditya Widjaja menyoroti kembali wacana merger PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), yang berpotensi menjadi katalis bagi industri menara telekomunikasi.

Apabila terealisasi, entitas gabungan diperkirakan memiliki sekitar 65.800 menara dan 106.100 tenant dengan tenancy ratio sekitar 1,61 kali. Secara operasional, kombinasi kedua perusahaan dinilai memiliki kecocokan karena MTEL lebih terkonsentrasi di luar Jawa, sementara TBIG memiliki eksposur lebih besar di Jawa, sehingga potensi tumpang tindih aset relatif terbatas.

Daniel menilai konsolidasi dapat menjadi katalis pertumbuhan setelah beberapa tahun permintaan menara dan penambahan tenant cenderung moderat. Konsolidasi juga berpotensi memperkuat posisi tawar perusahaan menara dalam negosiasi perpanjangan sewa serta membuka peluang dari siklus belanja modal 5G operator telekomunikasi.

Mirae Asset mempertahankan pandangan Neutral untuk sektor infrastruktur telekomunikasi, dengan rekomendasi Buy untuk MTEL dengan target harga Rp670 dan Trading Buy untuk TBIG dengan target harga Rp1.700. TOWR juga berpotensi memperoleh dampak positif dari konsolidasi tanpa menanggung risiko integrasi secara langsung./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Harbolnas 2026
HEADLINE NEWS

Harbolnas 2026, Mendag Busan Optimistis Nilai Transaksi Meningkat 5-10 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis akan tercapainya peningkatan nilai...

Paemran G1
HEADLINE NEWS

Industri Makanan dan Minuman Dinilai Tetap Tangguh di Tengah Perubahan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday — Industri makanan dan minuman (mamin) dinilai menjadi salah satu...

Survei ISEI
HEADLINE NEWS

Survei ISEI: Ekonom Optimistis Ekonomi Nasional, Tapi Daya Beli Masih Jadi Tantangan

JAKARTA, Bisnistoday - Optimisme terhadap perekonomian nasional ternyata lebih kuat di kalangan...

HEADLINE NEWS

Munas APKLI Perjuangan ke VI : Usaha Mikro dan PKL Jadi Pilar Ekonomi Bangsa

JAKARTA, Bisnistoday- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna...