BANDUNG, Bisnistoday – Kembali bergeliatnya Bandara Internasional Husein Sastranegara disambut optimistis para pedagang Pasar Baru Trade Center Kota Bandung. Aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandung dinilai dapat membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong kembali aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Baru.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung, Iwan Suhermawan, mengatakan para pedagang siap memanfaatkan momentum kembali aktifnya Bandara Husein dengan meningkatkan kesiapan kawasan dan produk yang ditawarkan kepada pengunjung.
Hal tersebut disampaikan Iwan dalam Silaturahmi Akbar dan Syukuran Pedagang Pasar Baru Trade Center Kota Bandung bersama Bandara Internasional Husein Sastranegara di Pasar Baru Trade Center, Senin, (21/9).
Menurut Iwan, keberadaan Bandara Husein memiliki keterkaitan dengan aktivitas wisatawan yang datang ke Kota Bandung. Karena itu, ia berharap konektivitas antara bandara dan Pasar Baru dapat diperkuat, salah satunya melalui layanan transportasi langsung.
“Kami nanti akan minta arahan ke Pak Wali agar bagaimana caranya ada penjemputan tamu dari Bandara Husein yang bisa langsung ke Pasar Baru menggunakan angkot,” ujar Iwan.
Menurutnya, akses transportasi tersebut akan memudahkan wisatawan yang baru tiba di Bandung untuk mengunjungi Pasar Baru, salah satu pusat perdagangan yang selama ini menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah.
Selain transportasi, pedagang juga berharap pembenahan infrastruktur di sekitar Pasar Baru terus dilakukan. Perbaikan jalan dan penerangan kawasan dinilai dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan maupun masyarakat yang berbelanja.
“Kami minta kepada Bapak agar infrastruktur di seputaran Pasar Baru yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung diperbaiki,” katanya.
Harus Diimbangi Kesiapan Pelaku usaha di Pasar Baru
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan reaktivasi Bandara Husein perlu diimbangi dengan kesiapan para pelaku usaha di Pasar Baru. Menurutnya, meningkatnya akses penerbangan akan menjadi peluang ekonomi apabila pedagang mampu menghadirkan produk berkualitas dan menarik bagi wisatawan.
“Tanpa kesiapan para pedagang tentu nanti akan percuma juga kalau nanti para turis datang ke sini ngelihat kok sepi, barangnya enggak ada, enggak ada yang bagus. Jadi kitanya mesti siap untuk menangkap para calon konsumen kita,” ujar Farhan.
Farhan juga membuka peluang pengembangan shuttle khusus dari Bandara Husein ke Pasar Baru. Skema tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas), pengelola Pasar Baru, dan para pedagang.
“Shuttle khusus dari bandara ke Pasar Baru itu peluang besar. Bisnis modelnya mangga dibikin dengan pengelola Pasar Baru atau dengan para pedagang,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga akan melakukan review terhadap kerja sama pengelolaan Pasar Baru Trade Center. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek hukum, keberlanjutan pengelolaan, serta kepentingan pedagang.
Farhan mengatakan perjanjian kerja sama yang dibuat sebelum pandemi Covid-19 perlu ditinjau karena kondisi perdagangan mengalami perubahan signifikan. Pemkot Bandung bersama Perumda Pasar Juara dan PT DAM Sawarga Maniloka Jaya akan mengkaji sejumlah opsi, termasuk kemungkinan adendum, investor baru, maupun alternatif pengelolaan lainnya.
Nilai investasi yang sebelumnya direncanakan sekitar Rp800 miliar juga akan dikaji kembali dengan mempertimbangkan kondisi pascapandemi.
“Prinsipnya adalah kita ingin mengembalikan kepercayaan dari para pedagang terhadap pengelola dan kepercayaan Pemerintah Kota sebagai KPM (Kuasa Pemilik Modal) terhadap BUMD. Itu penting sekali,” ujar Farhan.
Dengan kembali aktifnya Bandara Husein Sastranegara dan evaluasi pengelolaan Pasar Baru, Pemkot Bandung berharap kawasan perdagangan tersebut dapat semakin siap menangkap peluang kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.









































