Warning: Undefined array key "HTTP_USER_AGENT" in /home/u6526426/public_html/wp-content/plugins/wesper-function/inc/core.php on line 735
BARITO KUALA, Bisnistoday – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga momentum produksi nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.
Percepatan tanam dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dan lahan yang telah mendapat dukungan pemerintah segera memberikan kontribusi terhadap produksi pangan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nasional untuk meningkatkan IP, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi pangan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani.
“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” ujar Arsanti.
Untuk itulah, dilaksanakan Gerakan Tanam Serempak di seluruh Indonesia yang berpusat di Provinsi Riau. Sedangkan di Provinsi Kalimantan Selatan berlokasi di Desa Kolam Kiri Dalam, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala, pada Jumat (18/9).
Kegiatan yang digerakkan oleh Brigade Pangan (BP) Optimasi Lahan (Oplah) ‘Hebat Bersama’ ini menjadi momentum akselerasi Indeks Pertanaman 200 (IP 200) di hamparan lahan seluas 200 hektar melalui pemanfaatan alsintan, teknologi drone, dan optimalisasi pompanisasi.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Andi Amal Hayat Makmur dalam kesempatan ini menegaskan bahwa musim kemarau tidak boleh menjadi penghalang bagi petani untuk tetap bertanam. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama mengatasi keterbatasan air di lapangan.
“Meski kondisi lahan sangat kering, ketersediaan air di sekitar lokasi dapat dimanfaatkan secara optimal menggunakan mesin pompa air. Selain itu, proses penanaman juga sudah memanfaatkan teknologi drone. Kami optimistis pertanaman ini berjalan lancar dan dapat dipanen pada akhir tahun 2026 mendatang,” ujar Andi Amal.
Dukungan penuh turut disampaikan Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi. Pada tahap awal gerakan tanam serempak ini, penanaman dilaksanakan seluas 10 hektar.
“Semangat kami di Barito Kuala tak pantang mundur. Kami berkomitmen penuh membawa sektor pertanian di Barito Kuala menjadi yang terbaik, dan semoga kondisi cuaca turut mendukung hasil pertanaman ini,” tegas Bupati.
Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Wilayah Kalsel sekaligus Direktur Hilirisasi Hortikultura Kementan, Freddy, menggarisbawahi pentingnya solusi jangka panjang. Mengingat Barito Kuala merupakan lumbung padi utama Kalimantan Selatan, diperlukan pendekatan investasi penampungan air berskala besar guna mengatasi siklus berulang kekeringan saat kemarau dan banjir saat musim hujan.
Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso, menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk terus mengawal keberlangsungan program. Pemprov Kalsel siap berkoordinasi intensif, khususnya di kabupaten penerima program optimasi lahan dan cetak sawah baru, agar keberlanjutan proyek strategis ini terus berjalan secara konsisten.//









































