www.bisnistoday.co.id
Selasa , 22 September 2026
Home GLOBAL Aktivis Lingkungan Greta Thunberg Kecam Donald Trump
GLOBALKawasan Global

Aktivis Lingkungan Greta Thunberg Kecam Donald Trump

Thunberg, salah satu aktivis Generasi Z yang paling lantang ini juga kecewa terhadap reaksi publik yang lemah terhadap ancaman presiden AS itu.

Aktivis Lingkungan Greta Thunberg (dok: Instagram)
Aktivis Lingkungan Greta Thunberg (dok: Instagram)
Social Media

JAKARTA,Bisnistoday: Ucapan Donald Trump yang sesumbar akan menghancurkan Iran mendapat kecaman dari aktivis lingkungan dari kalangan Gen Z, Greta Thunberg.

Aktivis muda asal Swedia itu memperingatkan bahwa masyarakat telah ‘menormalisasi genosida’ di tengah ancaman Trump.

Sepanjang  Selasa (7/4) kemarin, masyarakat dunia cemas apakah Amerika Serikat akan betul-betul melancarkan serangan skala penuh terhadap infrastruktur sipil Iran.

Thunberg, salah satu aktivis Generasi Z yang paling tersohor saat ini, lantang mengecam ultimatum Trump tersebut. Ia juga kecewa terhadap reaksi publik yang lemah terhadap ancaman presiden AS itu.

Aktivis yang getol menyuarakan isu-isu seperti perubahan iklim dan kemanusiaan di Gaza itu, menghubungkan komentar Trump dengan pertanyaan yang lebih luas tentang sikap pasif masyarakat dalam menyikapi kejahatan perang.

“Presiden Amerika Serikat baru saja mengatakan bahwa seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali, dan tidak ada yang bereaksi,” kata Thunberg dalam sebuah video Instagram pada hari Selasa, sesaat sebelum gencatan senjata diumumkan.

“Apa yang sebenarnya kalian lakukan (masyarakat dunia) saat ini?”

Ia menyerukan kepada pengikutnya untuk menghentikan retorika semacam itu agar tidak menjadi status quo.

“Kita telah menormalisasi genosida, pemusnahan total seluruh bangsa, penghancuran sistematis biosfer yang kita semua bergantung padanya untuk bertahan hidup, dan bahwa penjahat perang yang korup dan rasis dapat bertindak tanpa hukuman sama sekali,” katanya, seperti dilansir Al Jazeera.

“Tetapi meskipun kita telah membiarkan terlalu banyak hal sejauh ini, belum terlambat untuk mengatakan hentikan (perang) ini.”

Gencatan senjata

Di sisi lain, menurut kabar terbaru yang diwartakan Guardian, Al Jazeera, dan sejumlah media arus utama lainnya , AS dan Iran memang akhirnya sepakat akan melakukan gencatan senjata sementara selama dua pekan. Dua negara yang bertikai ini akan berunding di Islamabad, Pakistan pada Jumat mendatang.

Iran, setidaknya, mengajukan 10 syarat yang harus dipenuhi dalam negosiasi ini, termasuk menghapus sanksi yang selama ini diberlakukan AS dan sekutunya terhadap negara tersebut.

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari Israel, sekutu utama AS yang selama ini kerap terlibat konfllik di Timur Tengah, termasuk dengan Iran.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Presiden Putin
Kawasan Global

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Asia Pasifik

VLADIVOSTOK. Bisnistoday - Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra...

Presiden Prabowo
HEADLINE NEWSKawasan Global

Presiden Prabowo Hadiri Eastern Economic Forum (EEF) di Rusia

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden Prabowo Tiba di Rusia Jadi Tamu Kehormatan di Eastern...

logo baru
Kawasan Global

Kemenhub Resmi Umumkan Pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan ICAO 2026

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan secara resmi mengumumkan pencalonan...