www.bisnistoday.co.id
Senin , 12 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI ASPERBINDO Apresiasi Penjualan Listrik PLN yang Naik 6.61%
BURSA & KORPORASIKorporasi

ASPERBINDO Apresiasi Penjualan Listrik PLN yang Naik 6.61%

Kinerja PLN yang kian membaik patut diapresiasi

ASPERBINDO Apresiasi Penjualan Listrik PLN yang Naik 6.61%
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- PT PLN (Persero) baru saja mengumumkan kenaikan signifikan penjualan di masa pemulihan ekonomi pasca pandemi. Penjualan kumulatif PLN sampai dengan bulan November 2022 mencapai 250,4 terawatt hour (TWh) dimana secara year on year (YoY) tumbuh sebesar 6,61 persen.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO), Anggawira, kinerja yang sangat baik tersebut patut diapresiasi. PLN telah ikut serta menggenjot perekonomian Indonesia yang mulai pulih dari Covid-19, naiknya penjualan listrik adalah salah satu indikatornya.

“Penjualan listrik yang naik menjadi sinyal positif kebangkitan ekonomi kita, dan ini tentu tak lepas dari upaya PLN yang pada waktu covid-19 menyalurkan stimulus-stimulus yang membantu industri untuk tetap bertahan,” ucap Anggawira di Jakarta, Rabu (25/01).

Sebelumnya PLN telah menyalurkan stimulus sebanyak Rp 24,23 Triliun untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Stimulus ini disebut Anggawira penting bagi bisnis dan industri kecil untuk bertahan.

“Perlambatan ekonomi yang menghantam pebisnis kecil sangat terbantu dengan adanya stimulus dari PLN sehingga mereka bisa bertahan, jadi saat ekonomi kembali normal seperti sekarang pebisnis kecil bisa meningkatkan produksinya dan konsumsi listrik meningkat’” tegas Anggawira.

Anggawira juga menyebut kini tantangan PLN untuk masa selanjutnya adalah mengenai kualitas rasio elektrifikasi, ia menyebut meski rasio elektrifikasi sudah tinggi PLN perlu terus menjamin pasokan listrik yang berkualitas dan handal agar dapat meningkatkan ekonomi desa dan daerah.

“Rasio elektrifikasi kita memang sudah tinggi angka ini perlu ditingkatkan terutama kualitasnya, agar listrik ini bisa diandalkan untuk kegiatan ekonomi dan industri, rencana untuk mengurangi penggunaan batubara juga perlu kita tindak lanjuti untuk mencari energi primer yang akan menjadi menggantikan batubara terutama kesanggupan sumber energi baru dan terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik kita yang akan terus naik,” kata Anggawira.

Asal tahu saja PT PLN (Persero) menyebutkan rasio desa yang telah menikmati aliran listrik kini mencapai 99,78 persen dengan jumlah sebanyak 83.280 desa sampai November 2022. Selain itu pada tahun 2030, PLN memperkirakan dengan pertumbuhan ekonomi 3,31%, penjualan listrik sebesar 10,617 GWh dan produksi 11,480. Jumlah pelanggan pada 2030 mendatang diramalkan mencapai 2,471,779 dan beban puncak listrik mencapai 1,495 MW./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Hutama Karya
Korporasi

Insan Muda Hutama Karya Raih “Best Speaker” Lewat Inovasi “Lean Construction”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- PT Hutama Karya (Persero) mendorong efisiensi dan inovasi industri konstruksi...

Hutama Karya
Korporasi

Tingkatkan Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

YOGYAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memperkuat sinergi dengan...

EKONOMIKorporasi

BRI Life Dorong Perlindungan Jiwa untuk Perencanaan Keuangan melalui Aurora Plus

JAKARTA, Bisnistoday - BRI Life mendorong pentingnya perlindungan jiwa dalam perencanaan keuangan...

Bappebti
Korporasi

Patuh Regulasi dan Beri Layanan Baik, Didimax Raih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- PT Didimax Pialang Berjangka meraih Grade A+++ dari Badan Pengawas...