www.bisnistoday.co.id
Rabu , 19 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI ASPERBINDO Apresiasi Penjualan Listrik PLN yang Naik 6.61%
BURSA & KORPORASIKorporasi

ASPERBINDO Apresiasi Penjualan Listrik PLN yang Naik 6.61%

Kinerja PLN yang kian membaik patut diapresiasi

ASPERBINDO Apresiasi Penjualan Listrik PLN yang Naik 6.61%
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- PT PLN (Persero) baru saja mengumumkan kenaikan signifikan penjualan di masa pemulihan ekonomi pasca pandemi. Penjualan kumulatif PLN sampai dengan bulan November 2022 mencapai 250,4 terawatt hour (TWh) dimana secara year on year (YoY) tumbuh sebesar 6,61 persen.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO), Anggawira, kinerja yang sangat baik tersebut patut diapresiasi. PLN telah ikut serta menggenjot perekonomian Indonesia yang mulai pulih dari Covid-19, naiknya penjualan listrik adalah salah satu indikatornya.

“Penjualan listrik yang naik menjadi sinyal positif kebangkitan ekonomi kita, dan ini tentu tak lepas dari upaya PLN yang pada waktu covid-19 menyalurkan stimulus-stimulus yang membantu industri untuk tetap bertahan,” ucap Anggawira di Jakarta, Rabu (25/01).

Sebelumnya PLN telah menyalurkan stimulus sebanyak Rp 24,23 Triliun untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Stimulus ini disebut Anggawira penting bagi bisnis dan industri kecil untuk bertahan.

“Perlambatan ekonomi yang menghantam pebisnis kecil sangat terbantu dengan adanya stimulus dari PLN sehingga mereka bisa bertahan, jadi saat ekonomi kembali normal seperti sekarang pebisnis kecil bisa meningkatkan produksinya dan konsumsi listrik meningkat’” tegas Anggawira.

Anggawira juga menyebut kini tantangan PLN untuk masa selanjutnya adalah mengenai kualitas rasio elektrifikasi, ia menyebut meski rasio elektrifikasi sudah tinggi PLN perlu terus menjamin pasokan listrik yang berkualitas dan handal agar dapat meningkatkan ekonomi desa dan daerah.

“Rasio elektrifikasi kita memang sudah tinggi angka ini perlu ditingkatkan terutama kualitasnya, agar listrik ini bisa diandalkan untuk kegiatan ekonomi dan industri, rencana untuk mengurangi penggunaan batubara juga perlu kita tindak lanjuti untuk mencari energi primer yang akan menjadi menggantikan batubara terutama kesanggupan sumber energi baru dan terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik kita yang akan terus naik,” kata Anggawira.

Asal tahu saja PT PLN (Persero) menyebutkan rasio desa yang telah menikmati aliran listrik kini mencapai 99,78 persen dengan jumlah sebanyak 83.280 desa sampai November 2022. Selain itu pada tahun 2030, PLN memperkirakan dengan pertumbuhan ekonomi 3,31%, penjualan listrik sebesar 10,617 GWh dan produksi 11,480. Jumlah pelanggan pada 2030 mendatang diramalkan mencapai 2,471,779 dan beban puncak listrik mencapai 1,495 MW./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Waskita Beton
Korporasi

Waskita Beton Precast Turut Andil Pembangunan Infrastruktur Strategis Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Kontribusi Waskita Beton Precast tersebar pada beragam proyek di...

Korporasi

BRI Life Raih Penghargaan, Perkuat Posisi Market Leader Industri Asuransi Jiwa

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih empat penghargaan nasional  dan internasional...

PLN Icon Plus
Korporasi

ICONNET Palembang Meriahkan Hari Anak Nasional 2026 dengan Edukasi Internet dan Lomba Mewarnai

BANYUASIN, Bisnistoday – Dalam rangakaian memperingati Hari Anak Nasional 2026, ICONNET Palembang...

PLN Iconnet
Korporasi

ICONNET Sahabat Anak Edukasi Internet Sehat Untuk Peringati Hari Anak Nasional di Bangka Tengah

BANGKA TENGAH, Bisnistoday -  Sebagai peringatan Hari Anak Nasional 2026, PLN Icon...