www.bisnistoday.co.id
Senin , 20 April 2026
Home HEADLINE NEWS BI Rate Masih Bertahan di Level 6,25%
HEADLINE NEWS

BI Rate Masih Bertahan di Level 6,25%

Gubernur BI
RDG menetapkan BI Rate Pada Level 6,25%./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung 19-20 Juni 2024, menyatakan bahwa Suku Bunga Acuan atau BI Rate bertahan pada level 6,25 %. Keputusan tersebut, untuk senantiasa memperkuat stabilitas dan menjaga momentum pertumbuhan.

“BI Rate tetap 6,25%, memperkuat stabilitasa dan menjaga pertumbuhan dari dampak perambatan global.”ungkap Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo kepada media di Jakarta, Kamis (20/6).

Perry mengatakan, sejumlah kesimpulan dalam rapat diantaranya, yakni, kondisi perekonomian global tahun 2024 yang masih fluktuatif. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan berada dalam level 3,2%.

Sementera, lanjut Perry, bahwa pertumbuhan ekonomi domestik relatif stabil, investasi meningkat sejalan dengan berlanjutnya proyek pemerintah dan membaiknya investasi swasta. Demikian juga, konsumsi terus meningkat yang terkonfirmasi dari Indeks Konsumen, Indeks Penjualan Ritel, PMI manufaktur maupun ditopang dengan kenaikan ekspor ke negara mitra.

Perry Wajiyo memperkirakan, pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2024 berada dalam kisaran 4,7% hingga 5,5%. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia terus mengawal dengan memberikan stimulus fiscal, secara konsisten dengan kebijakan makro yang begitu hati-hati agar terjadi pertumbuhan secara berkelanjutan.

Mengenai pelemahan nilai tukar rupiah, Gubernur BI ini menepis tudingan mengkhawatirkan. Bahkan, menurutnya, nilai tukar Rupiah masih relative terjaga dengan baik dibanding mata uang asing lainnya terhadap USD seperti Won, Bath, Yen, Peso dan lainnya. “Mata uang asing ini terhadap USD melemah bervariasi diatas 6%, lebih terdampak dibanding Rupiah.”

Perry menambahkan, bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap USD disebabkan beberapa faktor seperti tingginya volatilitas keuangan global dan tingginya The Fed Fund Red (FFR). Demikian juga, masih menguatkan USD akibat dampak tensi geopolitik yang masih tinggi.

“Dari faktor domestic, disumbang permintaan valas, repatriasi dividen serta persepsi kesinambungan fiskal ke depan. Terlihat Rupiah melemah 5,9% level Desember 2023 dibanding sekarang.”

Setimen Positif BI Rate

Senior Investment Information Mirae Asset, Nafan Aji Gusta mengutarakan, penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah karena euphoria BI Rate yang bertahan di level 6,25% sesuai ekspektasi pasar. Hal tersebut, bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan capital inflow asing, serta menjaga inflasi dalam target 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025.

Adapun BI terus menekankan pada konsistensi kebijakan moneter pro-stabilitas disertai dengan langkah pre-emptive maupun forward looking. BI masih meyakini bahwa The Fed berpotensi menerapkan kebijakan pelonggaran moneter pada akhir tahun ini.

“BI menilai bahwa pertumbuhan ekonomi global pada 2024 diprakirakan mencapai 3,2%, lebih tinggi dari prakiraan awal, terutama dengan lebih baiknya pertumbuhan India dan Tiongkok.”/

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Pelatihan DPRD
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Menyapa Seluruh Ketua DPRD Sebagai Patriot

MAGELANG, Bisnistoday - Presiden Prabowo dalam pengantar kegiatan pengarahan pada Kursus Pemantapan...

Proyek Aspal Jalan
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menteri PU Targetkan Rancangan Permen Asbuton Segera Rampung

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan  penyusunan Rancangan...

Perang Iran Israel
GLOBALHEADLINE NEWSKawasan Global

Pakistan Terus Upayakan Perdamaian di Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday – Amerika Serikat dan Iran masih membahas rencana perundingan kedua...

Menaker
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Kemnaker dan TikTok Buka Peluang Kerja Baru Talenta Ekonomi Digital

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan TikTok Indonesia...