www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Januari 2026
Home EKONOMI BI Siapkan 5 Kebijakan Monter untuk Dukung Pemulihan Ekonomi 2021
EKONOMI

BI Siapkan 5 Kebijakan Monter untuk Dukung Pemulihan Ekonomi 2021

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait berencana mengeluarkan lima kebijakan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021.


“Seluruh instrumen kebijakan kami berikan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2021 di Jakarta, Selasa (22/12).

Lima kebijakan tersebut, kata Perry, yakni melanjutkan stimulus moneter dengan terus menempuh kebijakan suku bunga rendah dan likuiditas longgar. Kebijakan itu, akan dilakukan sampai ada tanda tekanan inflasi meningkat.

Sebelumnya, bank sentral ini sudah menurunkan suku bunga acuan mencapai 3,75 persen yang dinilai terendah sepanjang sejarah.

BI juga sudah melonggarkan likuiditas melalui injeksi likuiditas ke perbankan mencapai Rp649,9 triliun atau 4,49 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Likuiditas yang longgar itu diharapkan mendukung pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas nilai rupiah yang berpotensi menguat karena masih under value serta defisit transaksi berjalan dan inflasi rendah, imbal hasil menarik dan premi risiko membaik.

Kebijakan kedua, lanjut dia, kebijakan makroprudensial akomodatif untuk mendukung kredit dan pembiayaan yakni terkait pembiayaan ekonomi seperti sebelumnya BI melonggarkan uang muka kredit.

Kebijakan ketiga yakni berpartisipasi dalam pembiayaan APBN 2021 melalui pembelian surat berharga negara (SBN) sesuai mekanisme pasar yang masih berlangsung 2021-2022.

“Dalam hal pasar tidak bisa menyerap, BI akan standby untuk membeli SBN dari pasar perdana,” katanya.

Jurus keempat, kata dia, yakni dengan mendukung pembiayaan pembangunan dari sektor keuangan agar pembiayaan jangka panjang diperluas dan BI mendukung melalui cetak biru pengembangan pasar uang.

Dukungan kebijakan kelima yakni mendukung ekonomi keuangan digital termasuk untuk UMKM dan ritel melalui digitalisasi sistem pembayaran.

Tahun ini, sebanyak 5,2 juta UMKM sudah terdaftar nasional dan ditargetkan sebanyak 12 juta UMKM bisa tersambung dengan platform digital serta BI sedang membangun transaksi ritel UMKM secara digital yakni BI fast.

“Kami juga dalam proses menyambungkan berbagai layanan sistem pembayaran dari digital banking dan fintech melalui interlink antara kedua layanan sehingga konsumen bisa memilih paling kompetitif,” katanya./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembangunan Kopdes Merah Putih Hadapi Kendala Lahan, Agrinas Harapkan Peran Kemendagri

JAKARTA, Bisnistoday - Proses pelaksanaan pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

EKONOMINasional

Pascabanjir Sumatra, Pemulihan Layanan Publik Mulai Diperkuat

JAKARTA, Bisnistoday - Memasuki fase pascabencana, keberlangsungan layanan publik menjadi salah satu...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Lakukan Pendampingan Koperasi Terdampak Bencana Sumatera

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) segera melakukan pendampingan kepada koperasi-koperasi terdampak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Dirikan Klinik UMKM Bangkit Bantu Pemulihan Ekonomi Wilayah Terdampak Bencana

ACEH TAMIANG, Bisnistoday – Klinik UMKM Bangkit yang akan menjadi sentra pemulihan...