www.bisnistoday.co.id
Saturday , 28 January 2023
Home EKONOMI BNI Perkirakan Ekonomi Tumbuh 5%
EKONOMIPerbankan & Asuransi

BNI Perkirakan Ekonomi Tumbuh 5%

PROYEKSI EKONOMI: Bank BNI perkirakan pertumbuhan ekonomi 5% tahun ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Tahun 2023 diperkirakan pertumbuhan ekonomi bertahan diatas 5% dengan penopang utama sektor konsumsi rumah tanggan dan belanja pemerintah. Hal ini diungkapkan, oleh Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini saat konferensi pers dalam jaringan di Jakarta, Selasa (24/1).

“Perekonomian Indonesia kita perkirakan masih dapat tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan sebagian besar negara lain. Kita perkirakan pertumbuhan perekonomian Indonesia sekitar 5 persen, ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah,” terangnya.

Novita juga memperkirakan inflasi melandai ke posisi 3,8% setelah meredanya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kepada konsumen. Sementara itu, tekanan pada kurs rupiah juga diproyeksikan mereda, yang didorong oleh kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.

Menurut dia, ekonomi domestik yang stabil akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis yang sehat bagi industri perbankan. Pertumbuhan kredit perbankan pada 2023 diperkirakan berada di kisaran 7-9 persen, dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada level 7,2-8,5 persen.

“Target pertumbuhan BNI tahun 2023 sebesar 7-9 persen, tentunya dengan mempertimbangkan pertumbuhan PDB yang moderat,” ujarnya.

Mulai Pemulihan

Novita menuturkan mayoritas sektor ekonomi telah mengalami pemulihan pascapandemi COVID-19 sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 2023, BNI akan terus konsisten memfokuskan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengutamakan kualitas.

BNI melakukan transformasi dengan fokus membangun portfolio kredit yang sehat melalui ekspansi pada debitur top tier di masing-masing industri dan regional.

Bank tersebut juga fokus mengembangkan solusi transaksi dan ekosistem dalam memenuhi kebutuhan nasabah, meningkatkan Current Account Saving Account(CASA) dan fee based income (FBI) serta mengembangkan infrastruktur teknologi serta inovasi digital.

Margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) akan dijaga di kisaran 4,7 persen, salah satunya dengan tetap menjaga perbaikan kualitas aset sehingga dapat menghasilkan margin yang optimal.

“Strategi pertumbuhan konservatif selama dua tahun ini memberikan hasil di mana kami memproyeksikan cost of credit akan turun di bawah 1,5 persen di tahun 2023. Hal ini disebabkan karena perbaikan NPL (Non-Performing Loan) yang semula dari 3 persen menjadi sekitar 2,5 persen,” katanya./Ant

Archives

Bisnistoday - Inspire Your Business

Pertamina is The Energy

Semangat Bangkit

PT Waskita Karya Tbk

Terserah Kamu

Sorotan Bisnistoday

Bisnistoday - Inspire Your Business

Jasa Marga Raih Emiten Terbaik Dalam Ajang Bisnis Indonesia Award 2022

Related Articles

EKONOMISektor Riil

Produk Olahan Agro Tembus Pasar Uni Eropa

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong produk olahan industri dalam negeri...

EKONOMIEkonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Menkeu : Jangan Terlalu Khawatir Tahun Pemilu

BEKASI, Bisnistoday – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang, Menteri...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemnaker Dorong Lahirnya Wirausaha Baru

NGANJUK, Binsistoday - Ratusan pencari kerja, pelaku usaha baru antusias mengikuti acara...

EKONOMIEkonomi Rakyat

Pawon Pengsong, UMK Binaan Menembus Pasar Global

MATARAN, Bisnistoday- Mimpi Nuraida terwujud membawa olahan minuman jahe dan kopinya tembus...