www.bisnistoday.co.id
Jumat , 26 Juni 2026
Home GLOBAL Canberra Institute of Technology Minati Kerja Sama Pendidikan Vokasi
GLOBALHumanioraKawasan GlobalNASIONAL & POLITIK

Canberra Institute of Technology Minati Kerja Sama Pendidikan Vokasi

JAJAKI KERJA SAMA : Kemendikbudristek jajki kerja sama dengan Canberra Institute of Technology (CIT) dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Social Media

CANBERRA, Bisnistoday – Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Canberra berupaya meningkatkan kerja sama pendidikan dengan berbagai institusi di Australia, salah satunya dengan Canberra Institute of Technology (CIT). Institusi Pendidikan ini tertarik untuk berpartisipasi dalam program Indonesian International Student Mobility Awards edisi Vokasi (IISMAVO) yang dipresentasikan oleh Atdikbud RI di Canberra. 

CIT merupakan sekolah vokasi milik pemerintah Canberra yang menawarkan berbagai program keahlian yang dibutuhkan oleh industri di Australia. Dalam kunjungan kerjanya ke CIT, Atdikbud Mukhamad Najib menawarkan program kerja sama pendidikan antara CIT dengan lembaga pendidikan vokasi di Indonesia termasuk program IISMAVO. 

Selain itu, beberapa program yang dipresentasikan adalah pengiriman mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen politeknik dan penguatan program bahasa Indonesia. Selama ini, CIT juga memiliki Diplomat Academy yang salah satunya mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang paling banyak peminatnya. Kedatangan Atdikbud Najib di kampus CIT diterima oleh tim CIT yang terdiri dari Catherine Ng selaku General Manager dan Fiona Broers selaku kepala international student operation. 

“Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa vokasi di Indonesia untuk belajar dan merasakan pengalaman di lingkungan industri di luar negeri. Dalam program ini, mahasiswa terpilih diberi beasiswa oleh pemerintah untuk studi di luar negeri selama satu semester,” terang Najib pada Senin (26/9).

Bidang Pendidikan Vokasi

Ia mengatakan, CIT diajak untuk berpartisipasi dalam IISMAVO, karena dinilai memiliki hubungan yang dekat dengan industri dan berpengalaman dalam mengelola mahasiswa internasional. 

“Hubungan yang kuat antara CIT dengan industri memudahkan mahasiswa vokasi Indonesia yang dikirim ke CIT untuk mendapatkan penempatan magang di Industri. Selain itu, setiap tahunnya CIT menerima tidak kurang dari 500 mahasiswa internasional, sehingga mereka sudah terbiasa dalam mengelola mahasiswa internasional,” jelas Najib.

Atdikbud juga menjelaskan bahwa program IISMAVO saat ini sudah berjalan untuk tahun pertama dan sudah ada mahasiswa yang dikirim ke Australia. “Saat ini ada 55 orang mahasiswa vokasi dari berbagai universitas dan politeknik di Indonesia yang mengikuti program IISMAVO di Australia. Sebagian mereka di Melbourne dan sebagian di Western Australia. Saya berharap CIT bisa ikut bergabung juga sehingga mahasiswa IISMAVO bisa menyebar sampai ke Canberra,” tutur Najib./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kemendikdas
Humaniora

Sekolah Harus Menjadi Rumah Kedua yang Aman dan Nyaman bagi Anak

JAKARTA, Bisnistoday - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza...

Ilustrasi Gempa (Freepik/brx)
GLOBALLingkungan

Setidaknya 32 Tewas dan 700 Terluka Akibat Gempa Venezuela

  JAKARTA, Bisnistoday- Dua gempa dahsyat mengguncang Venezuela, Kamis (25/6/2026), menewasan sedikitnya...

GEMPA Vemezuela
Kawasan Global

Venezuela Diguncang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1 dan Berpotensi Tsunami

JAKARTA, Bisnistoday- Kota Venezuela dilanda gempa bermagnitudo 7,1 pada Rabu sore waktu...

Sekjen Kemendikdasmen
Humaniora

Kemendikdasmen Dorong Tata Kelola Pendidikan yang Terintegrasi dalam RUU Sisdiknas

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan masukan terkait...