TANGSEL, Bisnistoday – PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Griya CIMB Niaga, Tangerang Selatan. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui laporan tahunan serta laporan pengawasan Dewan Komisaris atas kinerja Direksi selama tahun 2025.
Presiden Direktur CIMB Niaga Finance, Ristiawan, mengutarakan bahwa tahun 2025 merupakan periode penuh tantangan bagi industri pembiayaan. Meski demikian, perusahaan tetap mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. “CNAF mencatat total penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp9,25 triliun serta peningkatan pangsa pasar pembiayaan kendaraan bermotor menjadi 6,11%,” terangnya di Jakarta, Senin (6/4).
Seperti diketahui, perseroan menutup tahun 2025 dengan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi dan perlambatan industri pembiayaan. CNAF membukukan pendapatan sebesar Rp2,23 triliun atau tumbuh 9,31% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,04 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan total aset sebesar 6,04% menjadi Rp11,46 triliun serta total aset kelolaan yang meningkat 3,93% menjadi Rp13,66 triliun.
Selain itu, laba bersih CNAF pada 2025 tercatat Rp322,75 miliar. Perseroan juga berhasil meningkatkan kualitas aset yang berujung pada kenaikan peringkat kredit menjadi AAA dari Fitch Indonesia, mencerminkan manajemen risiko dan ketahanan bisnis yang dinilai sangat kuat.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp129 miliar atau 40% dari laba bersih tahun buku 2025. Selain itu, rapat menetapkan kembali Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan sebagai auditor untuk tahun buku 2026.
Perseroan turut memperkuat tata kelola dengan menyetujui pengangkatan kembali Dr. Rini Fatma Kartika sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah untuk periode 2026–2029. RUPST juga menetapkan rencana kerja 2026 serta rencana aksi keuangan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Menatap 2026, manajemen CNAF menyatakan optimisme terhadap prospek usaha meskipun masih dibayangi tantangan makroekonomi dan industri otomotif global. Perseroan berkomitmen mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan peningkatan pengalaman pelanggan guna mencapai visi sebagai perusahaan multifinance paling profitable di Indonesia.//




