www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 15 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Covid-19 Varian Omicron Tak Pengaruhi Pasar Saham, IHSG Tetap Menguat
BursaBURSA & KORPORASI

Covid-19 Varian Omicron Tak Pengaruhi Pasar Saham, IHSG Tetap Menguat

IHSG pada perdagangan Kamis (23/02) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Meningkatkan kasus harian Covid-19 akibat varian Omicron tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG pada perdagangan akhir pekan, Jumat (4/2) tetap ditutup menguat 47,54 poin ke posisi 6.731,39, sementara indeks LQ45 naik 5,73 poin ke posisi 951,67.

Pengamat Pasar Modal, Budi Frensidy mengatakan, pasien yang terkena Covid-19 varian Omicron cenderung cepat sembuh sehingga tidak terlalu menimbulkan kekhawatiran. Dengan demikian kasus harian Covid-19 akibat Omicron pun tdak akan mempengaruhi pasar saham.

Kendati demikian, Budi mengharapkan pemerintah tidak kembali menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat yang ketat seperti saat varian Delta merebak pada tahun lalu. “Jika mobilitas masyarakat kembali dibatasi dan dalam waktu berminggu-minggu, mungkin akan ada sedikit sentimen negatif di bursa sahan,” katanya,

Pada perdagangan Jumat (4/2), IHSG dibuka menguat dan nyaman bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih terus berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor meningkat di mana sektor transportasi dan logistik naik paling tinggi yaitu 5,56 persen, diikuti sektor industri dasar dan sektor properti masing-masing 1,56 persen dan 1,08 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor industri yang terkontraksi sebesar 0,45 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” di seluruh pasar sebesar Rp873,29 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp868,64 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.305.434 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,9 miliar lembar saham senilai Rp11,2 triliun. Sebanyak 284 saham naik, 222 saham turun, dan 174 tak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 196,68 poin atau 0,73 persen ke level 27.439,99. Sedangkan Indeks Hang Seng naik 771,02 poin atau 3,24 persen ke 24.573,28 dan Indeks Straits Times meningkat 14,74 poin atau 0,44 persen ke 3.330,73.

Rupiah Melemah Tipis

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang dirilis tipis 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.383 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan hari sebelumnya yaitu Rp14.377 per dolar AS.

“Rupiah bergerak sideways pada perdagangan hari ini dipengaruhi aksi pelaku pasar yang masih wait and see terhadap rilis data tenaga kerja AS yaitu Non-Farm Payroll (NFP) dan tingkat pengangguran,” kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri seperti dilansir Antara.

Sebelumnya data tenaga kerja AS versi Automatic Data Purchasing Inc. (ADP) telah melaporkan penurunan jumlah tenaga kerja di sektor swasta menjadi 301 ribu pekerjaan pada bulan lalu.

Sementara itu data untuk periode Desember 2021 juga direvisi turun menjadi 776 ribu pekerjaan setelah laporan sebelumnya menunjukkan sebesar 807 ribu pekerjaan.

Dari domestik, pelaku pasar akan menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal empat dan keseluruhan tahun 2021.

Ia memperkirakan ekonomi tumbuh 5,06 persen pada triwulan IV-2021, sedangkan untuk keseluruhan tahun lalu yakni 3,69 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah tipis ke posisi Rp14.378 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak dalam rentang Rp14.369 per dolar AS hingga Rp14.383 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat tipis ke posisi Rp14.376 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.381 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...