JAKARTA, Bisnistoday – Sebagai prediksi sementara, bakal terjadi ribuan jiwa yang meninggal dunia akibat gempa bumi besar bermagnitudo 7,8 wilayah Turki dan Suriah. Banyak bangunan rumah dan perkantoran yang kokoh runtuh tidak kuat menahan guncangan.
“Untuk sementara, korban meninggal sekitar 1.300 jiwa, dan sekitar 8.000 luka-luka,” dalam keterangan Lalu Muhamad Iqbal, Kedubes Indonesia untuk Turki, kepada media.
Lalu mengutarakan, WNI yang tinggal di sekitar wilayah gempa besar tersebut sekitar 1500-an jiwa dari sebanyak 6500 an jiwa WNI yang berada di Turki.”Sekarang sedang melakukan pendataan dan sebagian besar masyarakat Indonesia tidak tinggal di wilayah timur selatan itu,” ujarnya.
Menurut Kedubes Turki, mayoritas WNI tinggal di luar daerah gempa seperti di Turki, Angkara, Intambul dan lainnya. Sebanyak 11 lokasi yang berada dalam dampak gempa dahsyat 7.6 magnitute tersebut. Wilayah ini berada di perbatasan antara Suriah dan Turki.” Kedubes buka hotline khusus dan stanby 24 jam dan besok akan ke lokasi,” ucapnya.
Gempa Dahsyat Turki
Seperti diketahui, Suriah dan Turki diguncang gempa bumi besar bermagnitudo 7,8. Gempa ini yang terkuat sejak gempa yang juga berkekuatan 7,8 Skala Richter meluluhlantakkan Provinsi Erzincan pada 1939 dan sampai merenggut 30.000 nyawa.
Sejumlah laporan media asing menyebutkan gempa bumi dahsyat yang melanda Turki ini sering terjadi karena Turki berada jalur gempa yang termasuk paling aktif di dunia, terutama karena adanya dua patahan di Lempeng Anatolia.
Kedua patahan itu adalah Patahan Anatolia Utara yang membentang antara Lempeng Anatolia dan Lempeng Eurasia di sebelah utara daratan Turki, dan Patahan Anatolia Timur yang membentang di sepanjang Lempeng Arab hingga bagian tenggara Turki.
Pergerakan di Patahan Anatolia Timur inilah yang diyakini menjadi pemicu gempa bumi dahsyat yang terjadi Senin ini. Faktanya, gempa yang mengguncang 6 Februari ini sendiri berepisentrum di Turki bagian tenggara yang berdekatan dengan perbatasan Turki-Suriah./Ant



