JAKARTA, Bisnistoday – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia sepakat memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis point (bps) menjadi ke posisi 5.00 pada Rabu (19/8). Sementara, untuk suku Bungan feposit facility juga diturunkan sebesar 25 bps ke posisi 4,25%
Demikian juga untuk suku bungan lending facility juga ditekan sebesar 25 bos ke level 5,75%. Hal tersebut diumumkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta.”BI Rate turun 5 bos untuk dorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.”
Perry mengungkapkan, bahwa pertumbuha ekonomi nasional pada TW 2-2025 mengalami peningkatan dan diatas perkiraan sekitar 4,87% menjadi sebesar 5,12% yoy.
Hal tersebut ditopang dari investasi yang tumbuh positif, serta peningkatan belanja konsumen. Selain itu, juga ekspor barang dan jasa juga bergerak positif disertai pertumbuha mayoritas sektor industri, serta lapangan usaha.
Sementara, tantangan yang cukup menjadi perhatian adalah pelemahan ekonomui global. Diperkirakn perekonomian dunia akan lemah, seiring meluasnya dampak dari tarif resiprokal AS, sejak 7 Agustus 2025 dari semula 44 negara menjadi 77 negara.
Tentu ini, akan memperlemah pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025, hanya sekitar 3% atau lebih rendah dari prediksi sebelumnya. Transaksi perdagangan di AS akan lebih rendah sejalan melemahnya permintaan domestik.
Sementara, lanjut perry, perkembangan Eropa, Jepang dan Tiongkok sepakat dengan tarif rendah, dan melalui fiskal ditempuh. Dengan dampak pertumbuhan lebih rendah dari perkiraan semula. Meski tekanan inflasi terus menurun, juga diperkirakan tingkat FFR berpeluang turun walaupun masih volatile./



