www.bisnistoday.co.id
Jumat , 21 Agustus 2026
Home EKONOMI Dorong Usaha Mikro Naik Kelas, KemenkopUKM Gelar Pelatihan Literasi Keuangan
EKONOMI

Dorong Usaha Mikro Naik Kelas, KemenkopUKM Gelar Pelatihan Literasi Keuangan

Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Usaha Mikro, Deputi Usaha Mikro, Kementerian Koperasi dan UKM, Hariyanto saat memberi sambutan pada acara pelatihan literasi keuangan kepada pelaku usaha mikro di Sampang, Madura.
Social Media

SAMPANG, Bisnistoday- Jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia saat ini mencapai 64,2 juta. Dari jumlah itu, sebagian besar atau sekitar 63,4 juta unit masih masuk golongan usaha mikro. Hal Ini menjadi tantangan besar untuk mendorong usaha mikro naik kelas.

“Salah satu tantangan besar itu adalah kemampuan terhadap akses pembiayaan yang masih rendah,” kata Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Usaha Mikro, Deputi Usaha Mikro, Kementerian Koperasi dan UKM, Hariyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/5).

Hariyanto mengatakan untuk meningkatkan akses terhadap pembiayaan perlu kemampuan menjalankan manajemen usaha yang baik.  Seperti melengkapi administrasi dan pencatatan keuangan kegiatan usaha dalam segala kondisi usaha. Pelaku usaha mikro perlu memahami pengelolaan keuangan baik saat likuiditas baik maupun ketika mengalami penurunan.

Karena itu, pelatihan literasi keuangan dilakukan oleh KemenkopUKM untuk meningkatkan pengetahuan SDM usaha mikro. “Pelatihan merupakan salah satu kunci pemberdayaan usaha mikro untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro dalam hal pengelolaan keuangan,” kata Hariyanto.

Pelatihan literasi keuangan usaha mikro salah satunya dilaksanakan dengan tema  “Pencatatan Keuangan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19″ di Sampang, Madura, Jawa Timur. Pelatihan ini ditujukan untuk membantu usaha mikro mampu  melengkapi administrasi dan pencatatan keuangan saat kondisi likuiditas usaha mengalami penurunan sehingga dapat tumbuh dan berkembang kembali dalam meningkatkan produktivitas usahanya di masa Pandemi Covid-19.

Tak pelak para peserta menyambut antusias pelatihan ini di tengah pengalaman mereka saat pandemi yang mengalami kesulitan. 

“Pelatihan mengajarkan saya menata  administrasi keuangan saya yang selama ini amburadul.  Materi yang diajarkan membantu saya memperbaiki pencatatan keuangan,” kata Sohibun, pelaku usaha olahan makanan perikanan.

 Testimoni yang sama disampaikan Moh Fajaruddin, pelaku usaha fotografi dan pembuat kue kering.  Dia mengatakan sangat menyukai pelatihan literasi keuangan karena mendapatkan ilmu pembukuan yang pelatihan ini diharapkan para pelaku usaha mikro memiliki kemampuan membuat laporan keuangan berstandar entitas mikro, kecil, menengah (MKM) yang akhirnya dapat diakses melalui aplikasi Lamikro.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sampang Suhartini menyampaikan masih banyak Usaha Mikro yang belum mengerti pencatatan keuangan.

“Kami menyambut baik dengan adanya pelatihan ini, dimana jumlah usaha mikro yang sebanyak 30.618 di kabupaten sampang ini masih banyak yang belum begitu mengenal literasi keuangan,” kata Suhartini./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Dirut KAI
EKONOMI

Dirut KAI Fokus Optimalkan Area Pertumbuhan Ekonomi Wilayah TOD

JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal lebih fokus pengembangan...

EKONOMI

Kota Bandung Bidik 24 Juta Kunjungan Wisatawan, Bandara Husein Jadi Penguat Konektivitas

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 23-24...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Peringati HUT ke-81 RI, Menkop Tegaskan Komitmen Kemerdekaan Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun...

EKONOMI

Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung

BANDUNG, Bisnistoday - Garuda Indonesia kembali melayani penerbangan menggunakan pesawat jet dari Bandara...