www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 24 Januari 2026
Home EKONOMI Ekspor Produk Kerajinan ke Jepang Tembus USD 10,32 Juta
EKONOMI

Ekspor Produk Kerajinan ke Jepang Tembus USD 10,32 Juta

Produk UMKM terpajang dalam area salah satu etalase produk UMKM di Jakarta, baru-baru ini. (Foto : BToday)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan ekspor produk kerajinan tangan ke pasar Jepang. Periode Januari–Mei 2021, ekspor kerajinan tangan ke negeri Sakura itu menembus angka USD 10,32 juta. Di tengah pandemi,  capaian ini memberi angin segar bagi pelaku usaha khususnya UKM Indonesia. 

Demikian ditegaskan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Marolop Nainggolan di Jakarta, Selasa (6/7).

Menurutnya,  produk kerajinan tangan Indonesia seperti topi renda dan penutup kepala lainnya (lace hats and other headgear) sangat digemari publik Jepang. Dalam periode Januari–Mei 2021, nilai ekspornya mencapai  USD 4,15 juta.

Baca juga : Industri Fesyen dan Kerajinan Diminta Terapkan Aspek Produksi Berkelanjutan

Beberapa kerajinan juga cukup memberi optimisme, seperti bingkai kayu (wooden frame) sebesar USD 2,18 juta, keranjang rotan (rattan basketwork) sebesar USD 562 ribu, keranjang anyaman berbahan nabati (vegetable material basketwork) sebesar USD 435 ribu; dan wig sintetis (synthetic wigs) sebesar USD 423 ribu. 

Untuk memperkuat kinerja ekspor kerajinan tangan ke Jepang, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) menggandeng Japan External Trade Oranization (JETRO) mengadakan seminar web (webinar) bertema  “Mendorong Ekspor Produk Kerajinan Tangan ke Pasar Jepang” pada Rabu (30/6).  

Hadir sebagai pembicara yaitu CEO dari PT. Kasana International Kreatif, Yoshio Yokobori. Pembicara ini juga merupakan importir untuk produk kerajinan tangan Asia ke pasar Jepang.

Baca juga : Produk Indonesia Banjiri Dubai di Ajang The Hotel Show 2021

“Kemendag dan JETRO berharap melalui kegiatan ini para pelaku usaha kerajinan tangan dapat menangkap informasi mengenai tren, referensi konsumen, regulasi, serta standar produk. Para pelaku usaha dapat menggunakan informasi tersebut dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran untuk memasuki pasar Jepang. Tentunya juga didukung dengan promosi yang baik,” kata Marolop.

Menurut Marolop, webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas (capacity building) pelaku UKM kerajinan tangan Indonesia dalam merencanakan strategi pemasaran produk ke pasar Jepang, khususnya di saat pandemi seperti saat ini. “Pemerintah dan pelaku usaha perlu bekerja sama agar ekspor dapat terus meningkat dan surplus neraca perdagangan dapat terus ditingkatkan,” tambah Marolop.

Dalam webinar tersebut, terungkap banyak peluang produk ekspor ke Jepang seperti fesyen.  Indonesia rutin mengekspor topi renda dan penutup kepala lainnya, wig sintetis (synthetic wigs dan wigs), janggut palsu (false beards), alis dan bulumata palsu dari rambut manusia (eyebrows and eyelashes of human hair)./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Kemensos Tandatangani MoU Pemberdayaan Keluarga Penerima Bansos Melalui Kopdes Merah Putih

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Sosial (Kemensos) menandatangani nota...

Aliansi Ekonom Indonesia
EKONOMI

Aliansi Ekonom Indonesia Desak Pemerintah Ambil Langkah Tegas Hadapi Tekanan Ekonomi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) mendesak pemerintah untuk segera mengambil...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kopdes Panggung Gen Z untuk Berbisnis

JAKARTA, Bisnistoday – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi panggung yang sangat...

PetroChins Jabung
EKONOMI

PetroChina Tancap Gas Awal 2026, Mulai Program Pengeboran di WK Jabung

TANJUNG JABUNG BARAT — Upaya menjaga ketahanan energi nasional kembali ditunjukkan PetroChina...