www.bisnistoday.co.id
Minggu , 16 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Fokus Perluas Basis Objek Pajak Baru, Menkeu Purbaya Jamin Stabilitas Dunia Usaha
Ekonomi & Bisnis

Fokus Perluas Basis Objek Pajak Baru, Menkeu Purbaya Jamin Stabilitas Dunia Usaha

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Selasa (14/7). Intervensi digital ditargetkan mampu menjangkau aktivitas ekonomi digital yang masif, sektor informal, serta menekan potensi shadow economy./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan memastikan tidak akan ada kenaikan tarif perpajakan dalam jangka menengah. Kebijakan strategis ini diambil guna memberikan kepastian usaha serta menjaga momentum penguatan iklim investasi di dalam negeri.

Sebagai gantinya, otoritas fiskal akan memfokuskan seluruh instrumen kebijakan pada upaya perluasan basis penerimaan negara yang lebih merata. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan pendapatan tanpa harus memberikan beban tambahan bagi para wajib pajak yang sudah patuh.

“Mengenai strategi jangka menengah pemerintah untuk memperkuat basis penerimaan negara, perpajakan diarahkan pada perluasan basis tanpa semata-mata menaikkan tarif,” kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Selasa (14/7).

Purbaya menjelaskan bahwa perluasan basis tersebut akan diakselerasi melalui pemanfaatan integrasi data dan pemutakhiran teknologi terkini. Intervensi digital ini ditargetkan mampu menjangkau aktivitas ekonomi digital yang masif, sektor informal, serta menekan potensi shadow economy.

Sementara itu, pada sektor kepabeanan dan cukai, pemerintah bakal memperketat pengawasan melalui digitalisasi layanan serta peningkatan frekuensi audit lapangan. Penindakan tegas terhadap praktik impor ilegal dan peredaran barang kena cukai tanpa izin juga akan diintensifkan demi melindungi industri domestik.

Seluruh langkah preventif dan represif di bidang kepabeanan ini dipastikan tetap berjalan selaras dengan misi mendukung aktivitas ekspor. Pemerintah berkomitmen agar fungsi pengawasan tidak sampai mengganggu kelancaran arus logistik dan kegiatan operasional dunia usaha di lapangan.

Berdasarkan catatan fiskal terkini, realisasi penerimaan perpajakan nasional pada paruh pertama tahun ini telah menunjukkan performa yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan positif sebesar puluhan persen dibandingkan periode fiskal sebelumnya menjadi modal berharga bagi ketahanan kas negara.

“Meskipun diperkirakan bakal mengalami kekurangan (shortfall) dari target APBN, nilai tersebut jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkas Purbaya.

Penurunan angka celah realisasi tersebut menjadi indikator bahwa reformasi administrasi perpajakan yang dijalankan pemerintah mulai membuahkan hasil positif. Konsistensi dalam memperluas basis objek pajak baru diyakini akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan postur anggaran negara yang sehat dan mandiri./E2

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kawasan Hunian
Ekonomi & Bisnis

KAI Bersiap Garap Penyediaan Hunian Terjangkau di Pusat Kota Jakarta

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Kereta Api Indonesia (Persero) bakal menggarap penyediaan hunian...

Papua Selatan
Ekonomi & Bisnis

Kementerian PU Bangun Infrastruktur Irigasi dan Pengelolaan Partisipatif di Papua Selatan

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turut serta mewujudkan program swasembada...

Ekonomi & Bisnis

Menkop dan Menteri LH Sepakat Koperasi Berpotensi Garap Perdagangan Karbon

JAKARTA, Bisnistoday —  Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat...

Kecerdasan Buatan Diprediksi Ciptakan Turbulensi di Pasar Kerja (Dok: Igor Omilaev)
Ekonomi & BisnisOtomotif & Tekno

Betulkah AI Ciptakan Turbulensi di Pasar Kerja?

JAKARTA, Bisnistoday – Tanggapan terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) umumnya suram....