JAKARTA – Detasemen K-9 Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri bergerak cepat melakukan sterilisasi total di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan. Langkah taktis penjinakan ini diambil guna merespons laporan darurat terkait ancaman peledakan yang menyasar fasilitas pendidikan tersebut.
Aksi tanggap darurat yang dimulai menjelang siang hari ini merujuk pada regulasi resmi kepolisian mengenai penanganan tempat kejadian perkara terorisme. Korps Bhayangkara menerjunkan tim unit satwa khusus dengan kualifikasi kepakaran mendeteksi aroma material berbahaya atau bahan peledak.
Setibanya di lokasi, tim taktis yang berkekuatan sembilan personel tersebut langsung membangun posko koordinasi melekat dengan jajaran pengamanan kewilayahan. Sinergi di lapangan melibatkan unsur Polsek Jagakarsa, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, hingga jajaran elit Pasukan Gegana Korps Brimob Polri.
“Setibanya di lokasi, Tim K-9 yang berkekuatan 9 personel di bawah pimpinan Ipda Totok Setyono langsung melakukan koordinasi melekat dengan jajaran pengamanan di lapangan,” tulis laporan resmi kepolisian, dikutip Selasa (14/7).
Guna menyisir seluruh area kompleks sekolah secara menyeluruh, otoritas den K-9 menurunkan empat satwa pelacak andalan bernama Arco, Kira, Rea, dan Sara. Pengerahan unit satwa berkemampuan khusus ini turut didukung oleh fasilitas armada dua unit kendaraan operasional khusus di lokasi.
Bersama dengan tim penjinak bom serta unit kimia biologi radioaktif, keempat anjing terlatih tersebut memeriksa detail setiap sudut ruang kelas. Pemeriksaan intensif dilakukan mulai dari kolong meja belajar, area laboratorium, hingga vegetasi di halaman luar sekolah.
Setelah dilakukan proses pelacakan yang mendalam dan memakan waktu beberapa jam, tim memastikan bahwa area sekolah bebas dari unsur ancaman. Petugas menyatakan tidak menemukan adanya benda asing mencurigakan ataupun material pemicu ledakan di area institusi tersebut.
Seluruh rangkaian aksi sterilisasi pencegahan ini diakhiri dengan pelaksanaan apel konsolidasi internal yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Jagakarsa. Setelah status keamanan wilayah dinyatakan kembali pulih, seluruh personel beserta satwa K-9 ditarik kembali menuju markas komando.
“Berkat kesigapan, profesionalisme, dan sinergi cepat antarunsur kepolisian, potensi gangguan keamanan di lingkungan sekolah dapat diantisipasi dengan baik,” pungkas perwakilan tim pengamanan.E2









































