JAKARTA, Bisnistoday- Pertemuan kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Central (FMCBG) G20 mendorong setiap bank sentral membuat kebijakan yang terkalibrasi, terencana, dan dikomunikasikan dengan baik. Langkah ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi perang di Ukrania yang meningkatkan inflasi dan percepatan normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara.
“Disinilah pentingnya G20 dimana diskusi dan pemahaman menjadi penting. Di G20 setiap bank sentral perlu membuat kebijakan yang terkalibarasi, terencana, dan dikomunikasikan dengan baik,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo saat konferensi pers Pertemuan FMCBG G20 kedua, Kamis (21/4).
Perry mengakatakan, kebijakan yang terkalibrasi dengan baik dimaksudkan agar bank sentral setiap negara mempertimbangkan dampak kebijakan mereka terhadap negara lain dan terhadap perekonomian global yang sedang berada dalam tekanan.
“Tanpa G20 tentunya negara mengambil kebijakan hanya untuk kepentingan domestiknya sendiri. Di bawah G20, dikedepankan kepentingan global dengan mempertimbangkan dampak bagi negara lain,” katanya.
Kebijakan bank sentral juga perlu terencana dengan baik, yang diketahui melalui gambaran kebijakan ke depan, sehingga negara lain dan pelaku pasar keuangan dapat mulai memperhitungkan dampak kebijakan tersebut.
Kebijakan bank-bank sentral juga didorong untuk dikomunikasikan dengan baik sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
“Ini dibahas G20 dimana proses normalisasi pembuatan kebijakan di bawah tantangan yang sangat sulit ini sangat penting untuk terkalibrasi, terencana, dan dikomunikasikan dengan baik,” katanya./







































