JAKARTA, Bisnistoday – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia mencapai 53,6 juta ton pada tahun 2025. Sementara, untuk konsumsi diperkirakan mencapai 26,1 juta ton termasuk untuk biodiesel B40 sebesar 13,6 juta ton. Dengan perkiraan tersebut ekspor diperkirakan akan turun menjadi 27,5 juta ton yang lebih rendah dari ekspor tahun 2024 sebesar 29,5 juta ton.
“Prediksi tersebut, dengan mempertimbangkan kecenderungan produksi dan konsumsi dalam negeri khususnya kebijakan penggunaan biodiesel serta mempertimbangan kecenderungan harga serta suplai dan demand minyak nabati dunia,” ungkap Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif GAPKI di Jakarta, baru-baru ini.
Mukti Sarjono menguraikan, bahwa total nilai ekspor yang dicapai pada tahun 2024 adalah US$ 27,76 miliar (Rp 440 triliun), atau lebih rendah 8,44% dari ekspor tahun 2023 sebesar US$ 30,32 miliar (Rp 463 triliun). “Penurunan nilai ekspor terjadi untuk semua jenis produk kecuali oleokimia, meskipun dari dari segi harga FOB (Free On Board) rata-rata dalam US$/ton semua produk mengalami kenaikan.”
Produksi Bulan Desember 2024
Sementara, lanjut Mukti Sardjono. pada bulan Desember 2024. produksi, konsumsi dan ekspor stok CPO (Crude Palm Oil), atau minyak kelapa sawit mentah dan PKO (Palm Kernel Oil) merupakan minyak nabati yang diekstrak dari biji atau kernel kelapa sawit tercatat sebesar 2.577 ribu ton atau lebih rendah 18,06% dari stok Desember 2023 sebesar 3.145 ribu ton.
“Sedangkan keseluruhan pada Desember 2024, produksi CPO mencapai 3.876 ribu ton; lebih rendah 10,55% dibandingkan dengan produksi bulan November 2024 yang mencapai 4.333 ribu ton. Produksi PKO juga turun menjadi 361 ribu ton dari 412 ribu ton pada bulan November,” urainya.
Mukti Sardjono menuturkan, produksi CPO tahun 2024 mencapai 48.164 ribu ton sedangkan PKO sebesar 4.598 ribu ton. Secara total produksi CPO dan PKO tahun 2024 mencapai 52.762 ribu ton yang lebih rendah 3,80% dari produksi tahun 2023 sebesar 54.844 ribu ton.
Dengan begitu, total konsumsi CPO dan PKO bulan Desember 2024 mencapai 2.187 ribu ton; lebih tinggi dari konsumsi bulan November yang mencapai 2.030 ribu ton. Kenaikan konsumsi terjadi untuk pangan, biodiesel dan oleokimia.
Secara total Desember 2024,dikatakan Mukti Sardjono, konsumsi untuk pangan mencapai 10.205 ribu ton, lebih rendah 0,90% dari konsumsi tahun 2023 sebesar 10.298 ribu ton, konsumsi oleokimia 2.207 ribu ton, lebih rendah 2,69% dari 2.268 ribu ton pada tahun 2023 sedangkan konsumsi untuk biodiesel 11.447 ribu ton; lebih tinggi 7,51% dari 10.647 ribu ton pada 2023, sehingga secara total konsumsi tahun 2024 sebesar 23.859 ribu ton yang 2,78% lebih tinggi dari konsumsi tahun 2023 sebesar 23.213 ribu ton.
Total ekspor bulan Desember 2024 mencapai 2.060 ribu ton; lebih rendah 21,88% dari ekspor bulan November 2023 sebesar 2.637 ribu ton. Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke India sebesar 246 ribu ton, diikuti dengan tujuan China sebesar 39 ribu ton. Secara tahunan terjadi penurunan ekspor sebesar 2.680 ribu ton yaitu dari 32.215 ribu ton pada tahun 2023 menjadi 29.535 ribu ton. /










































