www.bisnistoday.co.id
Rabu , 22 April 2026
Home BURSA & KORPORASI Korporasi Garuda Proyeksikan Trafik Penumpang Naik 60% Jelang Akhir Tahun
Korporasi

Garuda Proyeksikan Trafik Penumpang Naik 60% Jelang Akhir Tahun

Semester I-2023, Garuda Indonesia secara group berhasil membukukan pendapatan usaha tumbuh sebesar 58,85 persen
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Maskapai nasional Garuda Indonesia terus menunjukkan performa kinerja positif selaras dengan kebangkitan industri transportasi udara nasional yang bertepatan pula dengan berakhirnya situasi pandemi pada awal 2023 lalu.

Hal tersebut terefleksikan melalui pencapaian Perseroan di Semester I-2023, di mana Garuda Indonesia secara group berhasil membukukan pendapatan usaha yang tumbuh sebesar 58,85 persen menjadi 1,39 miliar dolar AS, dibandingkan dengan pendapatan usaha pada semester I tahun sebelumnya yaitu 878,69 juta dolar AS.

Pertumbuhan pendapatan usaha yang konsisten sejak akhir Kuartal I-2023 ini menjadi outlook kinerja yang solid bagi Perseroan dalam upaya percepatan pemulihan kinerja pasca dirampungkannya proses restrukturisasi utang di akhir tahun 2022 lalu. Dari konsistensi pertumbuhan pendapatan usaha tersebut, Garuda Indonesia berhasil menekan rugi bersih periode berjalan sebesar 30,59 persen menjadi 76,38 juta dolar AS pada Semester I– 2023 jika dibandingkan dengan pencatatan rugi bersih periode berjalan pada kuartal I-2023 yakni 110,03 juta dolar AS.

“Pemulihan kinerja yang terus berjalan on the track ini menjadi optimisme tersendiri bagi fokus akselerasi kinerja yang dijalankan Garuda Indonesia. Pasca merampungkan restrukturisasi, kami melihat langkah pemulihan kinerja perlu dilakukan secara prudent dan terukur dengan memastikan fokus profitabilitas jangka panjang bagi keberlangsungan usaha Garuda Indonesia dapat terjaga dengan optimal,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/8).

Irfan menambahkan, melihat indikator pemulihan kinerja yang semakin membaik, Garuda Indonesia memproyeksikan, hingga akhir tahun 2023 mendatang, perseroan dapat mencatatkan pertumbuhan penumpang hingga lebih dari 60 persen. “Angka ini diprediksi akan terus tumbuh signifikan terutama pada periode peak season, seperti Natal dan Tahun Baru mendatang, seiring dengan ekspansi rute yang gencar dilakukan, termasuk penambahan frekuensi penerbangan yang terus kami lakukan secara bertahap terutama pada rute-rute dengan performa positif, baik domestik maupun internasional, serta ekspansi jaringan penerbangan umrah dari beberapa kota besar di Indonesia,” urai Irfan.

Lebih lanjut, kenaikan pendapatan usaha Garuda Indonesia hingga Semester I-2023 dikontribusikan oleh pertumbuhan pendapatan penerbangan berjadwal sebesar 62,70 persen menjadi sebesar 1,10 miliar dolar AS dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 677,28 juta dolar AS.

Penerbangan Tak Berjadwal

Sementara itu, pendapatan penerbangan tidak berjadwal pada Semester I-2023 juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 62,68 persen, menjadi 142,45 juta dolar AS dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya sebesar 87,57 juta dolar AS. Adapun untuk pendapatan lainnya, hingga Semester I-2023 ini, Garuda Indonesia berhasil membukukan nilai pendapatan sebesar 151,37 juta dolar AS, atau tumbuh 33 persen dibandingkan Semester I-2022.

“Peningkatan pendapatan usaha tersebut tentunya sejalan dengan performa kinerja operasional Garuda Indonesia secara konsolidasi yang secara konsisten tumbuh positif, di mana sampai dengan Juni 2023, Garuda Indonesia Group berhasil mengangkut sebanyak 9.052.109 penumpang, atau tumbuh hingga 39 persen secara tahunan pada periode yang sama yakni 6.516.555 penumpang,” jelas Irfan.

Adapun hingga akhir Kuartal III-2023, Garuda Indonesia memproyeksikan akan melaksanakan proses delivery armada narrow body sebanyak 3 unit yang akan dilakukan secara bertahap dari total keseluruhan 5 armada narrow body yang akan diterima di tahun ini. Hal itu sebagai bagian dari implementasi program akselerasi peningkatan kapasitas produksi Garuda Indonesia.

“Dengan fundamen kinerja yang terus menunjukkan pemulihan positif yang menjanjikan, kami optimistis kinerja usaha akan terus menunjukan tren perbaikan yang semakin baik. Fondasi kinerja keuangan ini tentunya tidak terlepas dari berbagai fase restrukturisasi yang berhasil dirampungkan Perseroan pada akhir tahun lalu, hingga berhasil mengantarkan Garuda Indonesia mencatatkan raihan laba 3,81 miliar dolar AS, yang turut dikontribusikan oleh pendapatan dari restrukturisasi utang yang dijalankan,” jelas Irfan.

Irfan mengungkapkan, dalam mewujudkan business model Garuda Indonesia sebagai entitas bisnis yang lebih sehat, upaya evaluasi terhadap seluruh lini, baik dari sisi bisnis usaha, layanan, dan operasional secara berkelanjutan akan terus diimplementasikan untuk menghadirkan layanan penerbangan yang reliable dan juga profitable./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Beritasatu Network

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Related Articles

PLN Icon
Korporasi

Buka Jaringan Internet, PLN Icon Plus Dukung Edukasi Siswa SDN 119 Palembang

PALEMBANG, Bisnistoday - PLN Icon Plus SBU Regional Sumatera Bagian Selatan menggelar...

Gedung BAPI
Korporasi

Perkuat Portofolio, BAPI Gandeng NANO Kelola Aset Properti Rp600 M

JAKARTA, Bisnistoday,- PT Bhaktiagung Propertindo Tbk (BAPI) bersiap merealisasikan aksi korporasi strategis...

RUPS PT Hartadinatas Abadi
Korporasi

Sepanjang 2025, Pendapatan Hartadinata Kembali Melesat

BANDUNG, Bisnistoday - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan kinerja keuangan tertinggi...

EKONOMIKorporasiSektor Riil

PalmCo Bersiap Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Terbaru

JAKARTA — Bisnistoday: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mempercepat langkah hilirisasi...