SUNGGUH cinta dan ridho itu Allah titipkan ke siapapun yang Allah pilih. Kita tidak tahu siapa yang dipilih Allah. Orang yang dipilih Allah itu bisa orang miskin, bisa juga orang kaya, atau orang dewasa, orang tua, tapi bisa juga anak – anak yang masih belia.
Kali ini cinta dan ridho itu Allah titipkan kepada seorang bocah bernama Najib Muazzam. Ustdzah Elfi selaku Kepala Sekolah SDIT Cahaya Hati Bukittinggi, terharu dan terkesima ketika seorang bocah kelas 1 (Azzakah), anak didiknya , menghadap, menemuinya dan menyerahkan segepok uang kepadanya di ruang kerjanya, Kamis (2/11).
Bocah asal Batang Buo, Kabupaten Agam, kelahiran 29 Desember 2016 itu adalah putra bungsu dari pasangan suami – istri, Edison dan Misrawati. Najib rela menguras semua isi celengannya, ditambah dari bundanya dan neneknya ,Warnida , kemudian menyerahkannya untuk membantu penderitaan anak- anak dan saudara-saudaranya Palestina yang saat ini sangat menderita akibat serangan dari Israel.
“Seperti ananda sholih ini, Najib namanya, masih sangat belia, si bungsu yang duduk di kelas 1 Azzakah SDIT Cahaya Hati. Dengan sumringah mendatangi sekolah, dengan mambawa segenggam untuk saudaranya di Palestina,” ungkap Ustdzah Elfi.
Situasi di Gaza, Palestina, saat ini memang makin memburuk. Pengeboman terus terjadi tanpa henti selama lebih dari 24 jam, Selasa-hingga Rabu (1/11/2023).
Jet tempur Israel pada Kamis (2/11/2023) menargetkan sebuah sekolah yang berafiliasi dengan badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina atau UNRWA dengan bom fosfor putih yang beracun. Sekolah PBB ini berada di dalam kamp pengungsi Beach di Kota Gaza.
Hingga berita ini ditulis, jumlah warga Gaza yang telah terbunuh akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu telah melampaui 8.800 jiwa. Lebih dari 3.600 di antaranya merupakan anak-anak.
Sementara korban luka mencapai sedikitnya 22 ribu orang. Agresi Israel juga telah menyebabkan lebih dari 1 juta warga Gaza terlantar dan mengungsi.
Mengutip laporan Reuters, serangan baru Israel dilakukan termasuk ke kamp pengungsi. Disebut bagaimana rudal Israel menghantam kamp pengungsi padat penduduk di Gaza Utara, Jabalia.
Dua hari pembukaan donasi di Sekolah SDIT Cahaya Hati Bukittinggi itu, Najib turut melengkapinya dengan cerita singkat yang membuat haru para guru, Dia hanya melihat dan mengetahui derita rakyat Palestina itu melalui cerita orang tuanya,dan dari berita yang ada di youtube yang dia lihat dari HP Bundanya. Tapi hatinya langsung tersentuh. Hatinya sudah terpaut dengan Tanah Yang Diberkahi, Palestina
“Najib ingin bantu teman-teman, yang rumahnya hancur, sekolahnya hancur dan tidak punya orang tua di Palestina, “ tutur Najib saat ditanya guru wali kelasnya, Ustdzah Hayatunufus, mengapa dan untuk apa Najib menyerahkan uang hasil tabungannya.
“Kepolosan anak ini, sungguh membuat hati merasa sangat haru,”ungkap Ustdzah Hayatunufus.
Ketika ditanya gurunya, berapa uang yang Najib dapatkan dari celengan, dengan polos putra ke empat dari Misrawati menjawab,” Semuanya Rp 1.100.000, celengan Najib 500.000 rupiah, dari bunda 500.000 rupiah dan dari Nek War 100.000 rupiah, “jawab Najib.
“Najib sumbangkan semua tabungan di celengan untuk teman-teman di Palestina,”tambah Najib.
“Semoga orang –orang di Palestina kembali mendapatkan rumah yang baru, anak –anak kembali mendapatkan bangunan sekolah baru untuk belajar,” tambahnya saat menjawab pernyataan gurunya untuk apa uang sumbangan itu.
Melihat fenomena kepedulian dan kepolosan bocah ini, Ustdzah Elfi hanya berkata bahwa Allah telah tanamkan kepedulian, arti persaudaraan di hati kecilnya yang masih bersih.
“Semoga Allah jaga selalu dirimu, Nak, cinta itu terus bertambah, dan menjadi karakter dalam dirimu dan seluruh anak-anak SDIT Cahaya Hati. Kami pun banyak banyak belajar dari anak-anak yang ridhonya melebihi rasa,”ungkap Ustdzah Elfi.
Itulah sekelumit cerita dari seorang murid di SDIT Cahaya Hati. Bukan soal berapa jumlah sumbangan yang diberikannya , tetapi yang lebih bermakna adalah kepeduliannya terhadap penderitaan saudara-saudaranya dan hatinya yang sudah terpaut dengan Tanah Yang Diberkahi Allah, Palestina.(Huda)


