www.bisnistoday.co.id
Selasa , 21 April 2026
Home LIFESTYLE Hermawan: Digital Marketing Tanpa Humanity, Bahaya
LIFESTYLE

Hermawan: Digital Marketing Tanpa Humanity, Bahaya

Mendag M Lutfi saat acara Munas (Musyawarah Nasional) IMA (Indonesia Marketing Association) Sabtu (16/10), yang dilaksanakan secara hybrid di Menara Astra, Jakarta.
Social Media

Trend marketing (pemasaran) di masa yang akan datang, akan semakin mengarah ke digital marketing. Tapi ada yang perlu diwaspadai. “Digital marketing tanpa Humanity (kemanusiaan) itu bahaya,” kata begawan marketing Indonesia Hermawan Kartajaya ketika memberikan keynote speech, di acara Munas (Musyawarah Nasional) IMA (Indonesia Marketing Association) Sabtu (16/10), yang dilaksanakan secara hybrid di Menara Astra, Jakarta. 

Hermawan menambahkan, dalam mengembangkan marketing, harus disandingkan dengan spirit entrepreneurship. “Kalau marketing tanpa entrepreneurship, akan jadi teori saja,” ujar Hermawan yang juga  Honorary Founding Chairman IMA ini. 

“Dua hal ini (kreatif dan inovatif) sangat penting bagi marketing, jika ingin sukses dan maju,”

Hermawan Kartajaya

Munas IMA kali ini dilaksanakan secara hybrid. Yang hadir secara offline, satu chapter diwakili satu orang. Mayoritas president chapter hadir. Dari 47 chapter IMA di seluruh Indonesia, 44 di antaranya hadir di lokasi acara.  Selain offline, juga diikuti sedikitnya seribuan participans dari seluruh Indonesia melalui 280 channel. Selain Hermawan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga memberikan sambutan melalui online. 

Hermawan mengapresiasi tema Munas IMA kali ini, yaitu mengusung spirit kreatif dan inovatif. “Dua hal ini (kreatif dan inovatif) sangat penting bagi marketing, jika ingin sukses dan maju,” lanjutnya. Kreatif kalau dalam pewayangan diwakili sosok Bagong, yang selain lucu juga cerdas. Sedangkan inovatif diwakili sosok Petruk, yang selalu punya solusi terhadap masalah apa pun. 

“Philip (Philip Kotler) mengatakan bahwa dunia di masa yang akan datang, akan semakin dipenuhi dengan ketidakpastian.” 

Hermawan Kartajaya

Hermawan lantas menceritakan pertemuannya dengan pakar marketing dunia yang juga sahabatnya, Philip Kotler. “Philip mengatakan bahwa dunia di masa yang akan datang, akan semakin dipenuhi dengan ketidakpastian,”  katanya. Di antara yang membuat ketidakpastian itu, selain masalah penyakit, juga isu-isu yang memunculkan kebencian.  

Nah, di era yang diwarnai  ketidakpastian itu lah, sangat relevan jika spirit kreatif dan inovatif dikedepankan. Khususnya bagi dunia marketing. Dan khusus IMA, Hermawan menambahkan, saat ini telah menjadi organisasi marketing di Indonesia yang menjadi motor AMF (Asia Marketing Federation).  Saat ini AMF diikuti 17 negara di Asia. 

Munas IMA kali ini adalah yang pertama dilaksanakan sejak organisasi itu berbadan hukum, meski sudah didirikan sejak 20-an tahun lalu oleh Hermawan Kartajaya. Saat ini, untuk kepengurusan IMA Pusat periode 2019 – 2021, dipimpin oleh Suparno Djasmin, Direktur di Astra International./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Beritasatu Network

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Related Articles

Erwin Hartawan (tengah) Chief Commercial Officer CPPETINDO
Ekonomi & BisnisKomunitasLIFESTYLE

Bolt Pet Food Semakin Merambah Pasar Global

JAKARTA,Bisnistoday – Di usianya yang hampir memasuki satu dekade, produsen lokal makanan hewan peliharaan,...

Vape atau Pod
HumanioraLIFESTYLELingkunganTrends & Mode

Limbah Vape Menimbulkan Masalah Lingkungan di Inggris

JAKARTA-Bisnistoday: Penggunaan vape dan pod masih menjadi permasalahan di sejumlah negara. Selain...

LIFESTYLERona & Film

Pilgrimage Music & Cultural Festival 2026 Batal Digelar

JAKARTA-Bisnistoday: Panitia penyelenggara Pilgrimage Music & Cultural Festival 2026, memutuskan tidak menggelar...

LIFESTYLEWisata & Kuliner

Hikiniku to Come Buka Restoran Pertamanya di Jakarta

JAKARTA-Bisnistoday: Jika Anda penyuka hamburg mungkin bisa datang ke Hikiniku to Come. ...