www.bisnistoday.co.id
Rabu , 12 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Melonjak di Paruh Kedua Februari 2026, Sinyal Kuat Permintaan Global
HEADLINE NEWS

HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Melonjak di Paruh Kedua Februari 2026, Sinyal Kuat Permintaan Global

Emas Batangan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas mineral kembali menunjukkan tren penguatan pada paruh kedua Februari 2026. Pemerintah menetapkan HPE konsentrat tembaga sebesar USD 6.692,35 per Wet Metric Ton (WMT), naik 4,20 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD 6.422,91 per WMT. Kenaikan ini menegaskan meningkatnya tekanan permintaan global terhadap logam industri strategis.

Tak hanya tembaga, harga emas juga mencatat lonjakan signifikan. HPE emas naik 7,16 persen menjadi USD 159.475,43 per kilogram dari sebelumnya USD 148.818,84. Harga Referensi (HR) emas turut meningkat menjadi USD 4.960,24 per troy ounce dari USD 4.628,79.

Penetapan harga tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 123 Tahun 2026 yang berlaku untuk periode 15–28 Februari 2026. Kebijakan ini menjadi acuan resmi dalam penentuan bea keluar produk pertambangan nasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penguatan harga tembaga dipicu oleh kombinasi faktor global. Menurutnya, keterbatasan pasokan di pasar internasional beriringan dengan peningkatan permintaan dari sektor kelistrikan, manufaktur, dan energi.

Ia menambahkan, selama periode pengumpulan data, harga mineral penyusun konsentrat menunjukkan kenaikan serempak: tembaga naik 4,05 persen, emas 7,16 persen, dan perak bahkan melonjak 9,61 persen. Kondisi ini menjadi dasar perhitungan HPE terbaru.

Lonjakan harga emas sendiri dipicu meningkatnya permintaan global, terutama dari industri perhiasan dan sektor manufaktur berteknologi tinggi. Data harga internasional yang digunakan pemerintah merujuk pada indeks resmi dari London Metal Exchange untuk tembaga serta London Bullion Market Association untuk emas dan perak.

Penetapan HPE dan HR dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Sinergi ini bertujuan memastikan harga acuan ekspor tetap mencerminkan kondisi pasar global sekaligus melindungi kepentingan industri nasional.

Penguatan harga komoditas mineral pada awal tahun ini dinilai sejumlah analis sebagai indikator optimisme ekonomi global, terutama di tengah percepatan transisi energi dan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan logam dasar dalam jumlah besar. Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpotensi meraup penerimaan ekspor lebih tinggi dari sektor pertambangan pada kuartal pertama 2026.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
HEADLINE NEWS

Tak Sekedar Saham Terindeks, Mirae Asset Sekuritas Soroti Arah Keputusan MSCI

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai perhatian investor menjelang...

Kekeringan
HEADLINE NEWS

Warga Kekeringan di Kab.Banjar Terima Distribusi 8.000 Liter Air Bersih

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan 8.000 liter air bersih...

Tol Solo Klaten
HEADLINE NEWS

Asosiasi Jalan Tol Bakal Kupas Tuntas Model Baru Pembiayaan Tol

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Tol Indonesia (ATI) bakal membahas tuntas mengenai model...

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan.
HEADLINE NEWS

Kejar Pertumbuhan Seperti Vietnam, Orientasi Ekonomi Mesti Fokus ‘Outward Looking’

JAKARTA, Bisnistoday – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II 2026 tercatat 5,29%...