JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (12/06) ditutup melemah tipis 5,58 poin ke posisi 6.850,10. Sementara indeks LQ45 turun 4,91 poin ke posisi 862,86. Pelemahan juga terjadi di bursa Asia.
Tim Riset Pilarmas Invesntindo Sekuritas dalam kajiannya menyebut, pada perdagangan hari ini bursa Asia mixed akibat sikap wait and see pelaku pasar menantikan data inflasi dan tingkat suku bunga Amerika Serikat (AS) pada pekan ini
Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan inflasi AS tetap di level yang sama yaitu 3,4 persen year on year (yoy), dan tingkat suku bunga AS tetap pada level 5,25 sampai 5,5 persen.
Dari Britania Raya, Gross Domestic Product (GDP) secara bulanan turun dari sebelumnya 0,4 persen menjadi 0 persen dan secara tahunan turun dari sebelumnya 0,7 persen menjadi 0,6 persen, yang terjadi akibat melemahnya output industri dan konstruksi di tengah naiknya sektor jasa.
Dari China, inflasi tetap pada level 0,3 persen (yoy), yang menunjukkan bahwa permintaan dan daya beli dalam negeri masih belum bertumbuh signifikan, sehingga pemerintah China lagi-lagi perlu memberikan stimulus untuk memicunya.
Dari Jepang, pekan ini Bank of Japan (BoJ) akan mengadakan pertemuan untuk menetapkan tingkat suku bunga acuannya, yang diproyeksikan tetap pada level 0,1 persen, sebab kenaikan suku bunga tampaknya belum bisa dihadirkan BoJ, sebab daya beli dalam negeri masih rendah.
Dari pasar komoditas, emas masih terkontraksi menantikan kebijakan suku bunga AS pada Kamis (13/06) yang diprediksi masih berada pada level 5,25 sampai 5,5 persen.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor kesehatan yang naik sebesar 0,21 persen.
Sedangkan sepuluh sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 2,24 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang baku yang masing-masing minus sebesar 1,73 persen dan 1,04 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TOPS, TAXI, PAMG, PTPS dan HUMI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CAMP, BATR, HYGN, PRIM dan PSAB.
Baca juga: Pasar Tunggu Hasil Sengketa Pilpres, IHSG Melemah
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 894.969 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,88 miliar lembar saham senilai Rp10,43 triliun. Sebanyak 141 saham naik 418 saham menurun, dan 224 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 258,10 poin atau 0,66 persen ke 38,876,69, indeks Hang Seng melemah 238,50 poin atau 1,31 persen ke 17.937,83, indeks Shanghai menguat 9,41 poin atau 0,31 persen ke 3.037,46, dan indeks Strait Times melemah 1,77 poin atau 0,05 persen ke 3.307,43
Rupiah Turun
Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.295 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.291 per dolar AS.
“Rupiah masih melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS dipengaruhi oleh faktor eksternal menjelang pengumuman inflasi AS nanti malam dan keputusan suku bunga The Fed besok malam waktu Indonesia,” kata analis Bank Woori Saudara, Rully Nova seperti dilansit Antara.
Optimisme pelaku pasar atas penurunan suku bunga di September terus tergerus oleh data-data ekonomi dan tenaga kerja AS yang terus menguat, adapun untuk suku bunga yang akan diputuskan besok kemungkinan The Fed akan menahan suku bunga tetap di 5,50 persen.
Sementara dari domestik, ada peningkatan permintaan valas untuk dividen dan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu merosot ke level Rp16.297 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.295 per dolar AS./





































