www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG dan Rupiah Melemah
Bursa

IHSG dan Rupiah Melemah

IHSG dan rupiah melemah
IHSG dan rupiah pada perdagangan Selasa (11/06) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (11/06) ditutup melemah 65, 85 poin ke posisi 6.855,65. Sementara indeks LQ45 turun 17,06 poin ke posisi 857,77. Pelemahan mengukuti bursa kawasan Asia.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya, Selasa (11/06) menyebut, perdagangan hari ini bursa Asia didominasi pelemahan akibat ketidakpastian perekonomian dan politik global. Hal ini dilatarbelakangi oleh aksi wait and see para pelaku pasar menantikan rilisnya data inflasi AS pada hari ini yang kami prediksi tetap pada level 3,4 persen secara tahunan.

Sejalan dengan hal tersebut, pada Rabu (12/06), suku bunga AS juga akan dirilis dan diproyeksikan akan tetap pada level 5,25 sampai 5,50 persen.

Dari Eropa, Prancis sedang menghadapi gonjang-ganjing politik, yang mana partai sayap kiri yang didukung oleh Presiden Emanuel Macron kalah dalam pemilu Uni Eropa melawan sayap kanan, sehingga menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap kepemimpinan sayap kiri tersebut, oleh karenanya Euro terguncang dan mencapai level terendah selama 1 bulan pada kemarin malam.

Dari Asia, Bank of Japan (BoJ) merilis tingkat suku bunganya pada Jumat pekan ini, yang diproyeksikan tetap pada level yang sama. namun sepertinya BoJ akan memutuskan untuk mengurangi pembelian obligasinya sebagai langkah untuk meningkatkan suku bunganya.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang naik 0,87 persen, diikuti sektor energi yang naik sebesar 0,14 persen.

Sedangkan, sembilan sektor turun yaitu sektor industri turun paling dalam minus 2,45 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer yang masing- masing turun sebesar 1,08 persen dan 1,07 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PPRI, PEVE, AREA, ESSA dan MTWI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TOPA, CAMP, BATR, MARK, dan PTRO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 939.894 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,23 miliar lembar saham senilai Rp9,30 triliun. Sebanyak 198 saham naik, 366 saham menurun, dan 215 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: Pelaku Pasar Tunggu Rilis Data PCE Price Index, IHSG Melemah

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 96,60 poin atau 0,25 persen ke 39.134,80, indeks Hang Seng melemah 190,60 poin atau 1,04 persen ke 18.176,33, indeks Shanghai melemah 23,22 poin atau 0,76 persen ke 3.028,05, dan indeks Strait Times melemah 12,87 poin atau 0,39 persen ke 3.309,20.

Rupiah Melemah

Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa ditutup merosot di tengah pelaku pasar menunggu keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed pekan ini.

Pada akhir perdagangan Selasa, kurs rupiah melemah 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.291 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.283 per dolar AS.

“Investor mengantisipasi keputusan suku bunga The Fed dan rilis data inflasi AS bulan Mei yang akan dirilis pada minggu ini,” kata Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede seperti dikutif Antara.

Karena data Non Farm Payrolls (NFP) AS yang lebih tinggi dari ekspektasi, investor memperkirakan The Fed hanya memangkas suku bunganya sekitar 25 basis poin (bps) pada 2024 lebih rendah dibandingkan eskpektasi penurunan sekitar 50 bps sebelum rilis data NFP bulan Mei. Hal tersebut mendorong permintaan untuk dolar AS secara global.

Selain itu, Josua menuturkan apresiasi dolar AS juga sebagian besar didorong oleh penurunan tajam pada Euro setelah ketidakpastian muncul di Zona Euro setelah pemilihan parlemen di Perancis.

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyerukan pemilihan parlemen mendadak di akhir bulan ini setelah kemenangan partai pemimpin sayap kanan, Marine Le Pen dalam pemilu.

Keputusan mengejutkan dari Macron itu mendorong ketidakpastian yang lebih tinggi terhadap kondisi ekonomi Eropa secara keseluruhan, sehingga menyeret turun Euro pada sesi perdagangan hari Senin.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa turun ke level Rp16.295 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.290 per dolar AS./

 

 

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bursa

DIDIMAX Perkuat Literasi Perdagangan Berjangka Lewat Program Edukasi Komprehensif

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, — DIDIMAX terus memperluas komitmennya dalam meningkatkan literasi perdagangan berjangka...

BursaBURSA & KORPORASI

OJK Catat Pembukaan 27,23 Juta Rekening Sepanjang Bulan Inklusi Keuangan 2026

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembukaan 27,23 juta rekening...

Bursa

Raih Best Trading Education CNBC Indonesia Awards 2026, DIDIMAX Makin Perkuat Literasi Trading Nasional

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- DIDIMAX kembali menorehkan prestasi gemilang di industri perdagangan berjangka Indonesia....

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Masih Fluktuatif, Mirae Asset Ingatkan Pentingnya Fundamental Saham

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ketidakpastian pasar global...