JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (26/8) ditutup melemah 55,16 poin ke posisi 6.058,08, sementara Indeks LQ45 turun 7,97 poin ke posisi 850,21.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (26/8) menyebutkan, tekanan pada IHSG pada perdagangan hari ini seiring dengan pergerakan mayoritas pasar saham Asia yang didominasi sentimen negatif terkait pengetatan stimulus (tapering) oleh Bank Sentral Amerika dan juga bertambahnya jumlah kasus baru virus Corona di Thailand, Korea Selatan, dan India.
Penurunan tax ratio terendah selama 20 tahun terakhir menjadi perhatian pelaku pasar. Hal itu mengacu pada pertumbuhan rata-rata tax ratio dalam lima tahun terakhir yang mencapai 5 persen per tahun.
Tekanan pandemi memberikan peluang terhadap raihan pajak tahun ini yang dinilai belum dapat mencapai target. Hal tersebut memunculkan kekhawatiran terkait pendanaan APBN pada 2022 yang berpotensi menghadapi hambatan.
Pergerakan pasar saham Asia sendiri bergerak melemah seiringan dengan pengetatan regulasi China untuk industri swasta yang menjadi kekhawatiran investor.
Bank of Korea (BOK) menurunkan keputusan kebijakan terbarunya dengan Korea Selatan menjadi ekonomi utama Asia pertama yang menaikkan suku bunga sejak COVID-19 dimulai.
Suku bunga BOK untuk Agustus adalah 0,75 persen, naik 25 bps dari sebelumnya 0,5 persen dan jauh dari ekspektasi. Hal itu memunculkan kekhawatiran bagi pelaku pasar terhadap potensi naiknya suku bunga acuan pada bank sentral khususnya di Asia.
Dibuka melemah, IHSG terus berada di zona merah penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor keuangan turun paling dalam yaitu 1,27 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang baku masing-masing turun 1,16 persen dan 1,15 persen.
Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor teknologi dan sektor energi masing-masing sebesar 0,19 persen dan 0,01 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp274,73 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.330.078 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,33 miliar lembar saham senilai Rp11,19 triliun. Sebanyak 187 saham naik, 333 saham menurun, dan 135 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 17,49 poin atau 0,06 persen ke 27.742,29, Indeks Hang Seng turun 278,26 poin atau 1,08 persen ke 25.415,69, dan Indeks Straits Times meningkat 1,93 poin atau 0,06 persen ke 3.109,42.
Rupiah Kembali Melemah
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.418 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.398 per dolar AS.
“Investor saat ini tengah fokus ke pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di Jackson Hole di mana akan diuraikan petunjuk tentang waktu dan kecepatan pengurangan stimulus moneter,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi seperti dilansir Antara, Kamis (26/8).
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.420 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.415 per dolar AS hingga Rp14.430 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp14.423 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.408 per dolar AS./
















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)























