www.bisnistoday.co.id
Kamis , 20 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG dan Rupiah Melemah Karena Sentimen Global
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG dan Rupiah Melemah Karena Sentimen Global

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (27/2) merosot
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (26/9) kembali melemah mengikuti mayoritas bursa global yang juga menurun paca kenaikan suku bunga sejumlah bank sentral. IHSG ditutup melemah 51,08 poin ke posisi 7.127,5. Sementara indeks LQ45 turun 5,44 poin  ke posisi 1.020,2.

“Pergerakan IHSG tampak lesu di awal perdagangan pekan ini seirama dengan mayoritas bursa global yang memerah pasca kenaikan suku bunga agresif sejumlah bank sentral, termasuk BI,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Senin (26/9).

Prospek ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan membuat dolar melanjutkan penguatan dan melemahkan gerak sejumlah komoditas seperti minyak WTI yang bahkan sudah turun ke level di bawah 80 dolar AS per barel.

Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dimana sektor energi paling dalam yaitu minus 3,98 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor teknologi masing-masing minus 2,73 persen dan minus 2,25 persen. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor keuangan sebesar 0,21 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PICO, RAFI, KJEN, SICO, dan ENZO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SMDM, BUMI, AKRA, BRMS, dan COAL.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.364.832 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,08 miliar lembar saham senilai Rp14,83 triliun. Sebanyak 134 saham naik, 442 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 722,28 poin atau 2,66 persen ke 26.431,55, indeks Hang Seng turun 78,13 poin atau 0,44 persen ke 17.855,14, dan indeks Straits Times terkoreksi 45,13 poin atau 1,4 persen ke 3.181,97.

Rupiah Tertekan

Sementara itu kura rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 92 poin atau 0,61 persen ke posisi Rp15.130 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.038 per dolar AS.

“Memang hari ini tertekan cukup signifikan, terpengaruh oleh sentimen global, di mana indeks USD (DXY) naik menembus level 113, tertinggi selama 20 tahun terakhir,” kata Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya.

Sentimen kebijakan moneter The Federal Reserve AS masih membayangi pasar. The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin pada September ini, melanjutkan langkah serupa dari Juni dan Juli lalu.

The Fed juga mengindikasikan masih akan ada kenaikan suku bunga hingga akhir 2022 sebagai upaya bank sentral untuk menekan inflasi yang tinggi di Negeri Paman Sam.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell berjanji bahwa ia dan sesama pembuat kebijakan akan terus berjuang untuk mengalahkan inflasi.

Target suku bunga kebijakan The Fed sekarang berada di level tertinggi sejak 2008 ke kisaran 4,25-4,5 persen pada akhir tahun ini dan berakhir pada 2023 di 4,5-4,75 persen.

“Pelemahan rupiah memang lebih banyak didominasi faktor eksternal, karena secara fundamental kondisi ekonomi, termasuk keseimbangan eksternal Indonesia masih sangat baik,” ujar Rully.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.066 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.063 per dolar AS hingga Rp15.135 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp15.119 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.035 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...