www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Maret 2024
Bursa

IHSG Ditutup Melemah

HSG pada perdagangan Rabu (24/1) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Setelah dalam dua hari perdagangan mengalami kenaikan, pada perdagangan hari ini, Rabu (24/1) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi. Pada awal perdagangan IHSG dibuka menguat, namun terus bergerak ke teritori negatif hingga penutupan.

Hari ini, IHSG ditutup melemah 28,41 poin ke posisi 7.227,82. Sementara indeks LQ45 turun 1,52 ke posisi 966,25.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang meningkat sebesar 1,80 persen, diikuti sektor dan sektor yang masing-masing naik sebesar 0,39 persen dan 0,13 persen.

Sedangkan delapan sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus sebesar 1,21 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun sebesar 1,08 persen dan 0,72 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FORU, BPTR, SURI, DADA, dan SKRN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CGAS, HUMI, GRPH, BABY dan BANK.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.192.685 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,30 miliar lembar saham senilai Rp15,24 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 361 saham menurun, dan 230 tidak bergerak nilainya.

Bursa Asia

Sementara itu, pergerakan indeks di Asia didukung oleh optimisme bahwa pemerintah China akan menawarkan dukungan untuk pasar saham. Perdana Menteri (PM) China Li Qiang pada Senin (22/1) menegaskan perlunya kebijakan yang lebih nyata untuk menopang pasar saham dan meningkatkan tingkat kepercayaan investor,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Nilai pasar saham China telah terhapus sekitar 4,4 triliun dolar Amerika Serikat (AS) sejak mencapai puncaknya pada 2021, yang memicu penutupan reksa dana dan memperburuk kinerja manajer investasi baik asing maupun lokal.

Baca Juga: Isu Mundurnya Sri Mulyani Jadi Perhatian Pelaku Pasar, IHSG Ditutup Melemah

Pemerintah China dikabarkan sedang mempertimbangkan sejumlah inisiatif untuk menstabilkan pasar saham dan mencari cara untuk memobilisasi hampir 280 miliar dolar AS, sebagian besar berasal dari rekening di luar negeri milik perusahaan BUMN.

Dari sisi moneter, sebagai upaya untuk menggairahkan ekonomi, bank sentral China (PBOC) berjanji mengurangi jumlah likuiditas yang wajib disisihkan oleh perbankan sebagai cadangan.

​​​PBOC mengumumkan akan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 50 bps mulai tanggal 5 Februari, yang akan memompa USD140 miliar ke dalam pasar finansial.

Selain itu, fokus perhatian investor akan tertuju pada rilis data Manufacturing PMI zona Euro, Jerman, Perancis, dan Inggris yang diumumkan Rabu (24/01) malam ini, menjelang pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) besok.

Meskipun ECB diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan, pelaku pasar meramalkan suku bunga acuan akan diturunkan hingga 130 basis poin pada tahun ini.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 291,10 poin atau 0,80 persen ke 36.226,50, indeks Hang Seng menguat 545,89 poin atau 3,56 persen ke 15.899,87, indeks Shanghai menguat 49,79 poin atau 1,80 persen ke 2.820,77, dan indeks Strait Times menguat 18,08 poin atau 0,58 persen ke 3.153,33./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

PT WILMAR Padi Indonesia

SOROTAN BISNISTODAY

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

IHSG melemah
Bursa

Inflasi Dalam Negeri Naik, IHSG Melemah

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan,...

IHSG Melemah
Bursa

Investor Tunggu Data Inflasi, IHSG Terkoreksi

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (29/02)...

IHSG menguat
Bursa

IHSG Kembali Ditutup Menguat

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/02)...

Bursa

BNI Asset Management Luncurkan Reksa Dana Indeks 

JAKARTA, Bisnisyoday - BNI Asset Management (BNIAM) siap luncurkan produk reksa dana...