www.bisnistoday.co.id
Selasa , 9 Desember 2025
Home EKONOMI Sektor Riil Realisasi Investasi Tahun 2023 Lampaui Target
Sektor Riil

Realisasi Investasi Tahun 2023 Lampaui Target

Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Realisasi investasi sepanjang tahun 2023 mencapai Rp1.418,9 triliun, atau melampaui target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebesar Rp1.400 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.823.543 orang.

“Pada tahun 2023, target kami dinaikkan oleh Presiden menjadi Rp1.400 triliun, dan Alhamdulillah tercapai sebesar Rp1.418,9 triliun,” kata Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia saat paparan realisasi investasi tahun 2023 di Jakarta, Rabu (24/1).

Secara rinci, capaian realisasi investasi sepanjang Januari-Desember 2023 itu tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan capaian tahun 2022 yang mencapai Rp1.207,2 triliun.

Realisasi investasi sepanjang tahun lalu terdiri dari realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp744,0 triliun atau setara 52,4 persen dari total realisasi investasi, dan realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp674,9 triliun atau mencapai 47,6 persen.

Secara tahunan, realisasi PMA 2023 tumbuh 13,7 persen, sedangkan PMDN tumbuh 22,1 persen.

Dalam catatan Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi sepanjang tahun 2023 tersebar di lima sektor utama, yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; transportasi, gudang dan telekomunikasi; pertambangan; perumahan, kawasan industri dan perkantoran; serta industri kimia dan farmasi.

Investasi sepanjang 2023 juga tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah dan Banten. Sementara lima besar negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia adalah Singapura, Tiongkok, Hong Kong, Jepang dan Malaysia.

Adapun sepanjang triwulan IV 2023, realisasi investasi mencapai Rp365,8 triliun, tumbuh 16,2 persen secara tahunan (yoy) dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 457.895 orang.

Capaian realisasi investasi sepanjang Oktober-Desember 2023 itu terdiri dari realisasi PMA sebesar Rp184,4 triliun (porsi 50,4 persen) dan realisasi PMDN sebesar Rp181,4 triliun (49,6 persen). Realisasi PMA tumbuh 5,3 persen secara yoy dan realisasi PMDN tumbuh 29,9 persen yoy sepanjang periode ini. “PMDN tumbuh sangat bagus periode ini,” imbuh Bahlil.

Ada pun lima sektor utama di triwulan IV 2023 yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; pertambangan; transportasi, gudang dan telekomunikasi; industri kimia dan farmasi; serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran.

Realisasi investasi triwulan IV 2023 tersebar paling banyak di Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah dan Banten.

Sedangkan lima besar negara utama yang berinvestasi di periode tersebut adalah Singapura, Tiongkok, Malaysia, Jepang dan Hong Kong.

Sektor Hilirisasi

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengatakan bahwa realisasi investasi di bidang hilirisasi selama Januari hingga Desember 2023 mencapai Rp375,5 triliun. Pencapaian tersebut 26,5 persen dari total realisasi investasi sepanjang 2023 sebesar Rp1.418,9 triliun.

“Dari total investasi Rp1.400 triliun, ini sektor hilirisasi mencapai Rp375,4 triliun atau 26,5 persen,” kata Bahlil.

Secara rinci, realisasi investasi hilirisasi itu terbagi menjadi investasi di sektor mineral, yakni investasi smelter yang mencapai Rp216,8 triliun. Investasi smelter itu terdiri dari investasi smelter nikel Rp136,6 triliun, bauksit Rp9,7 triliun, dan tembaga Rp70,5 triliun.

Baca juga: Menteri Investasi/BKPM Tetap Optimistis Target Investasi 2022 Bisa Tercapai

Selanjutnya, investasi di sektor pertanian, yaitu CPO/oleokimia sebesar Rp50,8 triliun. Kemudian, di sektor kehutanan yaitu investasi pulp dan paper sebesar Rp51,8 triliun.

Berikutnya, di sektor minyak dan gas, yakni investasi petrokimia sebesar Rp46,3 triliun dan sektor ekosistem kendaraan listrik yakni investasi baterai kendaraan listrik sebesar Rp9,7 triliun.

“Ke depan kita harus dorong di sektor perikanan dan pertanian, kehutanan, lebih masif lagi,” ujar Bahlil./

 

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Sektor Riil

Kue Semprong Banjir Pesanan Jelang Nataru 2025, Ternyata Ada Rahasia ‘Berkah’ di Baliknya!

TANGERANG, Bisnistoday - PT Love Semprong Indonesia, produsen camilan atau kue ringan...

Sektor Riil

Indonesia Productivity Summit 2025 Siap Digelar untuk Memperkuat Produktivitas Nasional

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bersama Ikatan Alumni Teknik Industri ITB...

Sektor Riil

VinFast Mantap Perluas Ekspansi EV di Indonesia

BOGOR, Bisnistoday- Di tengah turunnya penjualan mobil nasional selama dua tahun terakhir,...

Harga Referensi CPO
Sektor Riil

Harga CPO dan Biji Kakao Turun di Desember 2025, Sejumlah HPE Produk Kayu Justru Naik

JAKARTA, Bisnistoday - Memasuki Desember 2025, pergerakan harga komoditas strategis Indonesia menunjukkan...