www.bisnistoday.co.id
Jumat , 21 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Saham Sektor Properti Dorong Kenaikan IHSG
Bursa

Saham Sektor Properti Dorong Kenaikan IHSG

IHSG menguat
IHSG pada perdagangan Jumat (05/04) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awa pekan, Senin (02/10) ditutup menguat 21,57 poin ke posisi 6.961,46. Sementara indeks LQ45 naik 4,39 poin ke posisi 957,08. Penguatan kali ini didorong oleh naiknya saham properti.

Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan seperti dilansir Antara mengataan, sentimen positif eksternal berasal dari tercapainya kesepakatan temporary government funding di Amerika Serikat (AS) yang mencegah terjadinya government shutdown di AS.

Selain itu, Valdy menyebut kembalinya indeks manufaktur China (NBS) ke atas 50 pada September 2023 telah membangun ekspektasi pemulihan ekonomi di China.

Sementara dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi periode September 2023 turun ke level 2.28 persen year on year (yoy), dibandingkan sebelumnya di level 3,27 persen (yoy) pada Agustus 2023.

Selain itu, S&P Global Manufacturing PMI Indonesia tetap konsisten di atas 50 yaitu di level 52,3 pada September 2023.

Dibuka Menguat

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat yaitu dipimpin sektor properti sebesar 1,09 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing- masing sebesar 0,92 persen dan 0,91 persen.

Sedangkan, tiga sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor energi yang turun minus 1,05 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor teknologi yang turun masing- masing minus 0,44 persen dan 0,22 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PRIM, META, DOOH, SEMA dan KOBX. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni MITI, MEDS, WIDI, INET dan MDKA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.232.907 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,74 miliar lembar saham senilai Rp9,82 triliun. Sebanyak 259 saham naik, 266 saham menurun, dan 232 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 97,69 poin atau 0,313 persen ke 31.759,90, dan indeks Strait Times melemah 8,55 poin atau 0,27 persen ke 3.208,86.

Sementara itu, indeks Shanghai (China) dan indeks Hang Seng (Hong Kong) libur memperingati hari libur nasional negara masing- masing./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...