www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 November 2026
Home BURSA & KORPORASI IHSG Melemah Tipis, Rupiah Menguat
BURSA & KORPORASI

IHSG Melemah Tipis, Rupiah Menguat

IHSG kembali ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (7/10), ditutup melemah tipis 0,93 poin ke posisi 6.416,4. Sementara indeks LQ45 turun 3,81 poin ke posisi 924,25.

Tim Riset Ajaib Group dalam ulasannya di Jakarta, Kamis menyebut koreksi beberapa komoditas diantaranya batu bara, minyak dan tembaga, serta aksi ambil untung dari investor setelah menguat signifikan di hari sebelumnya, menjadi katalis negatif yang menekan IHSG.

Dibuka menguat, IHSG bergerak variatif sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mayoritas berada di teritori negatif.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dimana sektor barang konsumen primer naik paling tinggi yaitu 2,55 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer dan sektor kesehatan masing-masing 1,99 persen dan 0,52 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dimana sektor energi turun paling dalam yaitu minus 2,59 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor infrastruktur masing-masing minus 2,4 persen dan minus 0,77 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing sebesar Rp1,56 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.551.303 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,41 miliar lembar saham senilai Rp17,94 triliun. Sebanyak 220 saham naik, 289 saham menurun, dan 150 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 149,34 poin atau 0,54 persen ke 27.678,21, indeks Hang Seng naik 735,24 atau 3,07 persen ke 24.701,73, dan indeks Straits Times meningkat 20,29 poin atau 0,66 persen ke 3.104,17.

Rupiah Menguat

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat menjelang rilis laporan ketenagakerjaan non pertanian (non farm payrolls) pada akhir pekan ini.

Rupiah ditutup menguat 36 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.217 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS.

“Rupiah menguat karena sentimen pasar terhadap aset berisiko membaik,” kata pengamat pasar uang, Ariston Tjendra.

Harga komoditas yang naik, lanjut Ariston, juga membantu penguatan rupiah karena komoditas masih menjadi pendorong utama kenaikan surplus neraca perdagangan Indonesia

Kendati demikian, ekspektasi tapering AS masih membayangi pergerakan nilai tukar. Kemarin data tenaga kerja AS dirilis lebih bagus dari ekspektasi. Hal itu bisa menguatkan ekspektasi tapering pada November.

Spekulasi pengetatan lebih awal oleh The Fed diperkuat oleh laporan ADP yang optimis di mana pengusaha sektor swasta di AS menambahkan 568 ribu pekerjaan pada September.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.248 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.217 per dolar AS hingga Rp14.251 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Kamis, menguat ke posisi Rp14.238 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.245 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BursaBURSA & KORPORASI

OJK Catat Pembukaan 27,23 Juta Rekening Sepanjang Bulan Inklusi Keuangan 2026

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembukaan 27,23 juta rekening...

BursaBURSA & KORPORASI

ACMF Dukung Reformasi dan Penguatan Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) mendukung reformasi strategis dan...

BursaBURSA & KORPORASI

OJK Jatuhkan Total Denda Rp2,52 Triliun Terhadap Pelanggaran di Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan sanksi denda kepada...

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Ungkap Pelanggaran Transaksi Saham DSSA, BREN dan CUAN

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang...